![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Ranjau jangkar sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II yang ditemukan nelayan di Pantai Denasari, Desa Kasepuhan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, 12 Januari 2013, diidentifikasi Tim Ahli Satuan Ranjau (Satran) Disenlekal Mabes TNI AL masih terdapat zat aktif.
Demikian dikatakan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tegal, Letkol Laut (P) Joko Triwanto, Selasa 15 Januari 2013 di Tegal. Menurutnya, ranjau yang ditemukan nelayan itu masih aktif.
''Pemeriksaan dan penelitian tim sejak Senin pagi hingga malam, menyebutkan bahwa ranjau tersebut masih aktif. Sistem mekanik yang terdapat pada ranjau juga masih lengkap,'' ujarnya usai upacara Hari Dharma Samudera.
Dijelaskan, ranjau jangkar atau konvensional, diproduksi dan difungsikan dengan cara ditambat ke dasar laut dengan menggunakan jangkar. Rata-rata detonatornya dengan fungsi sentuh, sehingga pada saat lambung kapal menyentuh, maka ranjau tersebut akan meledak.
Dengan mempertimbangkan keamanan, lanjut Danlanal, pihak Disenlekal Mabes TNI AL rencananya akan menarik kembali ranjau ke air, untuk kemudian diledakkan pada kedalaman sekitar 10 meter di atas permukaan laut.
''Dampak atau kerugian ledakan ranjau, akan lebih kecil manakala ranjau kami ledakan di air. Namun apabila di darat, dikhawatirkan dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar,'' tuturnya.