![]() |
|
|
PanturaNews (Pemalang) - Kesal dengan jalan yang menjadi lalulintas kegiatan sehari-hari berlubang dan berlumpur, warga melakukan aksi tanam pohon pisang, Kamis 03 Januari 2013. Tidak itu saja, warga juga memanfaatkan kubangan air untuk memancing, dan menaruh benih padi yang akan ditanam di sawah.
Aksi protes yang dilakukan warga Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, itu sempat menjadi perhatian warga yang melewati jalur utama desa tersebut. Pasalnya aksi itu dilakukan saat jam-jam sibuk, dimana lalulintas pengguna jalan sedang ramai-ramainya, termasuk saat jam anak sekolah pulang.
Dikatakan Sismawi (36), aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes, atas ketidak adilan perbaikan jalan yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang. Menurutnya, bahwa selama ini seluruh jalan di wilayah Kecamatan Petarukan sudah diperbaiki semua, bahkan jalur utama dari mulai Petarukan sampai ke ujung utara yaitu Desa Kendalrejo sudah halus teraspal semua.
"Tapi mengapa Desa Klareyan yang merupakan desa yang menjadi jalur inti lalulintas yang menghubungkan desa-desa di sebelah utaranya ke kota kecamatan ataupun kabupaten keadaannya memprihatinkan,", cetusnya dengan nada kecewa.
Sementara itu menurut Supardi (37), pemilik agen gas dan aqua galon terbesar di Klareyan mengatakan, kurang lebih sudah 3 kali perbaikan jalan, tapi Desa Klareyan tidak pernah tersentuh untuk diadakan perbaikan. "Pernah saat akan lebaran kemarin, diadakan penambalan jalan yang berlubang, tapi itupun tidak semua," sambung Supardi.
Supardi menambahkan, di desa Bulu saja yang dulu cekung sekarang sudah ditinggikan (telford) dan dalam waktu dekat akan di hotmix (aspal matang) yang saat ini masih mengerjakan dari ujung utara yaitu desa Pegundan dan sebagian Klareyan paling selatan.
Disampaikan, bahwa desa Klareyan adalah desa yang menghubungkan antara Desa Pegundan - Loning - Bulu ke pusat kota kecamatan. Di sebelah utaranya masih ada lagi Desa Nyamplungsari, Kendaldoyong, Kendalrejo bahkan sebagaian warga Desa Kandang dan Pesantren yang masuk wilayah Kecamatan Comal dan Ulujami. Warga desa-desa itulah yang lebih sering menggunakan akses jalan melewati Desa Klareyan, karena dianggap lebih cepat dan nyaman.
Secara topografi, Klareyan juga memiliki fasilitas layanan yang cukup. Tersedia Puskesmas, Sekolah negeri maupun swasta dari tingkat TK sampai SLTA/ SMK, pasar yang cukup besar, BRI dan koperasi simpan pinjam, serta perdagangan dan jenis usaha jasa lainnya. Hal itu membutuhkan akses jalan yang lancar dan nyaman untuk kelancaran usaha ataupun menopang pertumbuhan dan peningkatan ekonomi. Tetapi dengan akses jalan yang rusak, bagaimana pasokan dan distribusi serta roda pertumbuhan ekonomi akan berjalan dengan lancar.
Warga Klarean berharap, pemerintah daerah melalui dinas terkait mau memperhatikan keluh kesah dan tidak membeda-bedakan warganya. Memberikan fasilitas pelayanan yang sama, baik kesehatan, pendidikan maupun akses jalan serta lainnya, sehingga roda perekonomian serta pembangunan akan berjalan lancar.