2013, Tidak Ada Rencana Penanganan Jalur Ciregol
-Laporan Zaenal Muttaqin
Rabu, 02/01/2013, 01:17:39 WIB

Kendaraan bertonase tinggi melintasi jalur Ciregol yang telah mulus (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Penanganan ruas jalan nasional ruas Jakarta - Tegal - Purwokerto, tepatnya jalur Ciregol, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah dianggap selesai. Selama tahun 2013 ini tidak ada rencana penanganan kecuali kondisi darurat.

"Penangananan darurat jalur ciregol dianggap cukup tahun 2013 tidak ada rencana perbaikan kecuali jika kondisi darurat," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom)  Tegal-Batas Banyumas Bina Marga Wilayah Tegal, Agus Setiyono, Selasa 01 Januari 2013.

Penanganan Ciregol dianggap cukup dan kondisi jalan cukup baik setelah mengalami ambles pada Maret 2012 lalu dan dilakukan perbaikan darurat sampai akhir Desember 2012 lalu. Jalan meski kondisinya darurat layak untuk dilalui semua jenis kendaraan dan diaharapkan tetap bertahan sampai beberapa tahun mendatang.

"Kondisinya sudah baik setelah dilakukan pebaikan darurat dengan penggalian untuk melandaikan jalan," kata Agus.

Penanganan jalur Ciregol paska ambles yang kedua kalinya pada Maret 2012 lalu dengan pengerukan untuk melandaikan jalan, pengaspalan, pamasangan pengaman tebing di dua sisi jalan dan pemasangan beton pemecah arus di Sungai Pedes. Pemasangan beton terkunci dimaksudkan untuk mengamankan tebing sungai agar tidak tergerus yang dapat mengakibatkan jalan ambles.

Jalur ciregol merupakan jalur vital yang menghubungkan antara jalur Pantura Jawa Tengah dengan jalur selatan. Pengemudi umumnya lebih memilih jalur ini meski ada jalur lain. Selain cukup mudah dialui kendaraan juga karena jalur ini lebih pendek.

Jalur ini sempat putus dua kali, yakni pada Maret 2011 dan pada Maret 2012 lalu. Penanganan dilakukan bersifat darurat karena Ciregol telah divonis sebagai jalan mati dan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bandung telah merekomendasikan tidak layak untuk jalan. Relokasi jalan sudah direncanakan dan telah dilakukan survei jalur pada jalur yang dianggap layak, meski begitu hingga kini belum ada kejelasan kelanjutannya.

"Relokasi sudah direncanakan tapi belum tahu kapan akan dilanjutkan," pungkas Agus.