Marzuki Alie: Media Rentan Terhadap Kepentingan
-Laporan Zaenal Muttaqin
Selasa, 18/12/2012, 06:14:56 WIB

Ketua DPR RI, Marzuki Alie (Foto: Dokumen)

PanturaNews (Jakarta) - Media massa sebagai sumber informasi bagi masyarakat, sangat rentan terhadap kepentingan. Bahkan saat ini media massa banyak yang telah terkontaminasi oleh kepentingan politik. Media seringkali juga tidak adil dalam pemberitaan, seperti yang terjadi di dunia internasional.

Demikian disampaikan Ketua DPR RI, Marzuki Alie saat membuka seminar tentang peran media dalam mendukung perjuangan Palestina dan Gran Lounching Kantor Berita Islam, Mi'raj News Agency (MINA) di Aula Buya Hamka Masjid Al Azhar Jakarta, Selasa 18 Desember 2012.

"Media massa rentan terhadap kepentingan, bahkan banyak yang telah terkontaminasi dengan kepentingan politik," ujarnya.

Menurutnya, media terkontaminasi oleh kepentingan politik karena pemiliknya juga orang politik, sehingga media juga masuk dalam upaya mewujudkan kepentingan polkitik. "Banyak media yang masuk dalam kepentingan politik karena dimiliki oleh orang politik," kata Marzuki.

Media seringkali juga tidak adil dalam pemberitaan, seperti yang terjadi di dunia internasional, dimana media barat sering tidak benar dalam memberitakan maslah Islam dan Timur Tengah. Sebagai contoh media memberitakan Irak memiliki senjata pemusnah massal atau senjata kimia, sehingga menjadi dasar bagi negara-negara barat di bawah pimpinan Amerika Serikat untuk menyerang Irak.

"Padahal sampai detik terakhir tidaklah terbukti Irak memiliki senjata kimia, mereka hanya mencari pembenaran-pembenaran saja. Penyampaian informasi tidak benar yang disampaikan oleh media itu, telah membangun ketakutan publik dan seakan memberi legitimasi barat untuk menyerang Irak," ucap Marzuki.

Selanjutnya Marzuki berharap pada kantor berita MINA bisa mengubah pemberitaan yang tidak adil tersebut, karena MINA diluncurkan dengan ideologi yang jelas, yakni berasaskan Islam. "Ini sesuatu yang baik, MINA diluncurkan dengan ideologi yang jelas, berasaskan Islam,” kata Marzuki.

MINA benar-benar akan memerankan fungsi sebagai media Islam yang membela kebenaran. Terpenting adalah menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat nasional maupun internasional sehingga mereka tercerahkan dan tidak terprovokasi dengan hal-hal yang keliru.

“MINA bisa memberikan pendidikan kepada anak bangsa ini dan bangsa di dunia. MINA juga bisa melakukan koreksi-koreksi terhadap hal-hal yang keliru,” tutur Marzuki.

Sementara itu, seminar menghadirkan narasumber Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Abdurrahman M. Fachir, Ketua Presidium MER-C dr. Joserizal Jurnalis, dan wartawan senior Kantor Berita ANTARA Edi Utama, dengan moderator wartawan senior ANTARA Aat Surya Safaat.

Laporan langsung wartawan PanturaNews dari Aula Buya Hamka Masjid Al Azhar Jakarta.