e-KTP, Statemen Mendagri Dipertanyakan Data Riilnya
-Laporan SL Gaharu
Senin, 17/12/2012, 07:52:57 WIB

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ganjar Pranowo, saatKunker di Kota Tegal, Jawa Tengah (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Klaim Mendagri bahwa capaian perekaman e-KTP telah lebih dari 100 persen pada Desember 2012, diragukan kebenaranya. Statemen itu disayangkan Komisi II DPR RI, karena pada kenyataannya banyak daerah yang capaiannya belum 100 persen. Makanya agak aneh ketika Mendagri menyampaikan sudah lebih dari 100 persen.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ganjar Pranowo, usai Kunjungan Kerja (Kunker) di Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin 17 Desember 2012.

Karena itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi perlu bertanggung jawab atas komitmennya yang menyatakan akan mundur jika pendataan e-KTP tidak 100 persen pada 2012 ini. Padahal rata-rata daerah mengatakan capaian e-KTP baru 40 persen atau masih 80 persen.

“Pada saat rapat terakhir Komisi II banyak yang mengapresiasi pernyataan Mendagri, bahwa capaian e-KTP sudah 100 persen lebih. Padahal pernyataan itu masih perlu dipertanyakan data riilnya. Apakah mungkin sudah benar-benar 100 persen,” ujar Ganjar.

Menurutnya, masih banyaknya pernyataan dari daerah yang belum 100 persen, mustahil jika pernyataan Mendagri itu benar. Karenanya, akhir tahun 2012 ini, tetap akan ditagih kebenaran dari statemen Mendagri itu. Tentunya harus dengan memperlihatkan bukti data riilnya.

"Saat rapat terakhir dan menyampikan statemennya, Mendagri tidak memperlihatkan data riil. Makanya saya minta penjelasannya. Mendagri beralasan ada orang yang usianya pada saat ini sudah wajib KTP, dan itu sebenarnya tidak menjadi target. Inilah yang membuat saya ragu. Maka Mendagri harus bertanggung jawab atas komitmennya jika tidak 100 persen," tandas Ganjar.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal, Herlien Tedjo Oetami SH, membenarkan bahwa hingga Desember ini target perekaman e-KTP belum 100 persen. Dari kuota 211.381 jiwa dari pusat, yang sudah merekam baru 78,19 persen. Artinya masih ada 46.103 jiwa yang belum merekam e-KTP.

Menurut Herlien, untuk bisa mencapai 100 persen pada akhir Desember ini sangat mustahil. Sebab terdapat beberapa kendala, diantaranya tidak sedikit warga yang berada di luar kota dan di tengah laut, sehingga tidak melakukan rekam e-KTP.