![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Seratus lebih mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi, menggelar aksi demo di depan gerbang Balaikota Tegal, Jawa Tengah, Minggu 09 Desember 2012 pukul 11.00 WIB. Dalam orasinya, mahasiswa menuntut diselesaikanya kasus-kasus korupsi di Kota Tegal. Mahasiswa ditemui Wakil Walikota Tegal, H. Habib Ali ZA.
Gabungan mahasiswa yang terdiri BEM STAIBN, BEM UPS, DPC GMNI Tegal, SAMPA PP Tegal, HMI Cabang Tegal, PC PMII Kabupaten Tegal dan PD KAMMI Tegal mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal untuk secepatnya menuntaskan kasus Puskesmas Tegal Barat yang prosesnya berlarut-larut.
Selanjutnya mahasiswa meminta kepada para penegak hukum dan jajaran terkait, untuk mengusut dugaan korupsi pada proses tukar guling tanah Pemkot yang dinilai sangat merugikan Pemkot Tegal. Mahasiswa juga meminta Polda Jawa Tengah untuk menuntaskan dugaan korupsi Gedung DPRD Kota Tegal. Selain itu, mahasiswa mengajak seluruh jajaran Pemkot Tegal untuk bersama-sama masyarakat, berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi.
Ditengah aksi demo, Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi meminta Walikota Tegal, DPRD Kota Tegal, Kejari Kota Tegal dan Polresta Tegal menadatangani piagam yang berisi janji untuk tidak melakukan korupsi, demi terwujudnya clean government dan good governance di Kota Tegal. Namun piagam hanya ditandatangani Wakil Walikota Tegal, dan Kabag Ops Polres Tegal Kota, Valent Asmoro. Piagam itu akan dikirim ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Miftakhudin, mengatakan mahasiswa menuntut agar Pemkot Tegal bersih dari tindakan korupsi. Contohnya korupsi waktu, sehingga setiap karyawan yang akan masuk supaya menggunakan finger print atau absen jari, agar karyawan yang telat kelihatan.
“Kenapa itu baru akan dilakukan pada Januari 2013, kenapa tidak dilakukan sejak tahun-tahun lalu. Pada intinya kami minta semua kasus korupsi yang ada dituntaskan,” ujar Miftakhudin disambut teriakan mahasiswa lainnya.
Sementara atas nama Walikota Tegal, H. Ikmal Jaya, SE Ak, Wakil Walikota Tegal menegaskan bahwa Pemkot Tegal beserta jajaranya berkomitmen memerangi korupsi di wilayah Kota Tegal. Menurut Habib Ali, hal itu dibuktikan dengan ditanda tanganinya pakta integritas oleh semua SKPD, yang akan diserahkan secara langsung ke KPK.
“Pada Januari 2013, Pemkot Tegal akan mulai melakukan absensi karyawan dengan menggunakan finger print,” tandas Habib Ali.
Selesai berdemo di Kota Tegal, Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi melanjutkan perjalanan untuk menggelar demo di Slawi, Kabupaten Tegal.