MI Ikhsaniyah Siwungkuk Jadi Juara Tergiat LKS
-Laporan Takwo Heriyanto
Jumat, 23/11/2012, 04:30:11 WIB

Kepala MI Siwungkuk, Lakhmudin

PanturaNews (Brebes) - Gugus Depan (Gudep) MI Ikhsaniyah Desa Siwungkuk, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil menjadi juara dalam Lomba Ketangkasan Siaga (LKS) Putra tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Wanasari. LKS yang berlangsung di Desa Sisalam itu, diikuti oleh sekolah SD/MI se-Kecamatan Wanasari.

MI Ikhsaniyah Desa Siwungkuk berhasil meraih nilai total 1274. Sementara  untuk juara kedua dimenangkan oleh Gudep SD Kertabesuki 1 (1229) dan juara ketiga Gudep SD Sisalam 2 (1182). Sedangkan untuk siaga Putri, juara pertama dimenangkan oleh SD Kertabesuki 1 (1240), kedua SD Klampok 1 (1240) dan Juara ketiga Gudep SD Klampok 2 (1240).

Kepala MI Siwungkuk, Lakhmudin SAg mengatakan, dibalik keberhasilan sekolahnya meraih juara tergiat itu tidak terlepas dari peran para pembina pramuka serta keluarga besar MI Ikhsaniyah.

"Prestasi ini bukan yang pertama, tapi sudah menjadi langganan di tiap even. Ini artinya kegiatan pembinaan yang kami lakukan membawa hasil yang positif," ujar Lakhmudin, Jumat 23 November 2012.

Menurutnya, selain berprestasi di bidang kepramukaan, anak didiknya juga banyak yang berpretasi dalam bidang akademik maupun non akademik. Bahkan, kali terakhir MI Siwungkung berhasil menjadi juara Porseni MI tingkat Kecamatan bulan Agutus 2012 lalu.

Atas keberhasilan dan banyaknya prestasi yang telah diraih, pihaknya tidak akan menjadi puas diri, justru menjadi motivasi untuk makin meningkatkan pembinaan agar tetap terjaga. "Kata kuncinya adalah semangat dan kekompakan, rasa tanggung jawab dan disiplin antara guru, komite, yayasan dan wali murid harus dijaga," paparnya.

Ketua panitia kegiatan Takmuri SPd mengatakan, kegiatan LKS ini merupakan wadah ang penting bagi penanaman pendidikan kedisiplinan dan kecakapakn hidup terhadap siswa-siswi. Pramuka, menerapkan pendidikan disiplin pada anak. Namun jangan dilkukan secara kaku, justru akan mengena bila dilakukan dengan cara yang lembut dan dibalut dengan permainan.

”Lewat permainan yang mengandung unsur pendidikan, anak tidak merasa dipaksakan,” tandasnya.