LSM Minta Pembangunan di Ponorogo Segera Dibenahi
AZ-Agus Zahid
Kamis, 15/11/2012, 07:08:04 WIB

Gedung sekolah rusak (Foto: Agus Zahid)

PanturaNews (Ponorogo) - Kendati pemerintah terus mengglontorkan anggaran untuk pembangunan di daerah melalui DAK, PNPM, PPIP dan lain-lain, dengan nominal relatif besar, namun jika pelaksanaanya tanpa dilakukan pengawasan secara konferhensif baik internal maupun eksternal, anggaran sebesar itu tak menjamin dapat sejahterakan masyarakat. Bahkan, bisa juga anggaran pembangunan sebesar itu alokasinya tidak sesuai sasaran, tak terkecuali di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.       

Aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ponorogo, Joko Susilo kepada PanturaNews mengatakan, pembangunan di kota reog itu masih perlu terus dibenahi dan diawasi, dengan bahasa yang cukup ekstrim Joko menilai jika pembangunan di Kabupaten Ponorogo masih banyak yang amburadul. Dia berharap kepada pemerintah daerah (Bupati-ted) agar segera melakukan evaluasi dan pembenahan.

"Saya melihat pembangunan di Ponorogo masih perlu pembenahan," ungkapnya, Kamis 15 Nopember 2012.

Indikasinya, kata dia, beberapa ruas jalan milik pemerintah daerah banyak yang rusak parah, dan belum ada tanggapan dari pemerintah daerah. Seperti Jalan Raya Pulung-Mlarak, Jalan Pulung-Bedhoho, beberapa titik di Jalan Ngrayun dan Slahung kondisinya juga banyak yang rusak.

Selain itu, beberapa bantuan seperti paket bantuan ternak sapi juga tidak sesuai dengan visi bantuan tersebut. Sehingga hanya menghabiskan uang negara. Di bidang pendidikan juga masih perlu dibenahi, sebab kendati DAK pendidikan telah berhasil menyulap gedung sekolah menjadi lebih baik, namun biaya pendidikan di Ponorogo tergolong mahal se Jawa Timur. Termasuk banyaknya sekolah yang rusak.

"Ini saya kira PR bagi bupati, untuk segera mengambil kebijakan," kata Joko.

Diakui, pembangunan infrastruktural pedesaan di Ponorogo, terutama di daerah tinggi seperti wilayah Kecamatan Pulung, Sooko, Pudak dan lain-lain cukup gencar. Namun hal itu tak terlepas dari peran serta masyarakatnya, mereka rela berswadaya demi suksesnya pembangunan tersebut.

"Masyarakat Ponorogo masih baik dan gampang diajak kerja bakti, sebenarnya ini potensi yang bisa diberdayakan," tambah Joko.