Tunggakan Bayar Raskin ke Bulog Capai Rp 2,9 Milyar
-Laporan Takwo Heriyanto
Selasa, 13/11/2012, 06:54:47 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Beras miskin (Raskin) yang disalurkan oleh Sub Divisi Regional Wilayah VI Pekalongan untuk warga miskin di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ternyata belum semuanya terlunasi. Bahkan Bulog merilis ada senilai Rp 2,9 milyar tunggakan raskin yang sampai saat ini belum dibayarkan.

Tunggakan tersebut disebabkan uang yang sudah diterima dari warga penerima, digunakan oleh oknum perangkat desa untuk kepentingan pribadi.

Kepala Bulog Sub Divisi Wilayah VI Pekalongan, Fasika Khaerul Zaman, SP,MM mengatakan, khusus untuk wilayah Kabupaten Brebes tunggakan raskin dari bulan Agustus sampai Nopember 2012 telah mencapai Rp 2,9 milyar atau sekitar 5 persen dari jumlah tagihan yang mencapai Rp 59,6 milyar.

"Kalau dilihat dari sisi nominal tunggakan senilai Rp 2,9 milyar memang sangat besar. Tapi kalau persentase dari jumlah tagihan memang lebih kecil, dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lain yang ada di wilayah Karisidenan Pekalongan," ujar Fasika di kantornya, Selasa 13 November 2012.

Berdasarkan catatannya, lanjut Fasika, tunggakan serupa juga terjadi di Kabupaten/Kota lain se-Karesidenan Pekalongan. Diantaranya, Kabupaten Tegal senilai Rp 1,6 milyar (6,3 persen), Kabupaten Pemalang Rp 2,2 milyar (7 persen), Kota Pekalongan Rp 160 juta (3,8 persen), Kabupaten Pekalongan Rp 1,9 milyar (7,3 persen), Kota Tegal Rp 284 juta (7,9 persen) dan Kabupaten Batang Rp 1,6 milyar (8 persen).

Menurutnya, untuk proses penagihan tunggakan pembayaran raskin, saat ini Bulog Sub Devisi Regional Wilayah VI Pekalongan, tengah berkordinasi dengan Pemerintah Daerah termasuk Pemkab Brebes. Apabila terjadi tindak penggelapan ataupun tindak pidana lain yang berkait dengan pendistribusian raskin, Bulog juga melakukan kordinasi dengan pihak penegak hukum baik Kepolisian maupun Kejaksaan.

"Tidak menutup kemungkinan, keberadaan raskin diselewengkan oleh oknum. Bahkan tidak segan-segan saya juga akan memberikan tindakan tegas, apabila ada petugas kami yang melakukan penyelewengan terhadap raskin," tegas Fasika.

Sementara, Kepala Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Iskandar Mirza, mengaku tunggakan yang dialami oleh pemkab Brebes saat ini hanya Rp 1,8 milyar. “Itu sampai bulan September lalu,” ujar Iskandar.

Selama ini, kata Iskandar, jumlah beras miskin yang digelontorkan di Kabupaten Brebes mencapai 2.994.480 per bulan kilogram untuk 199.632 rumah tangga sasaran.

Sebelumnya, Kasubag Perekonomian Setda Brebes, Bambang Yusmanto mengaku, saat ini ada beberapa desa yang belum melunasi uang raskin. Bahkan hampir di setiap kecamatan ada 1-2 desa yang tidak tertib untuk melunasi pembayaran raskin itu.

Ia mengaku, terlambatnya pembayaran raskin oleh pemerintah desa, lantaran uang yang telah diterima dari warga penerima Raskin tidak langsung dibayarkan. Bahkan ada pula yang memakainya terlebih dulu untuk keperluan pribadi. "Memang ini persoalan tersendiri terhadap program penyaluran raskin," ujar Bambang.