Paska Pemilukada, Isu Pemekaran Brebes Menguat
ZM-Zaenal Muttaqin
Selasa, 23/10/2012, 06:48:23 WIB

Ketua Paguyuban Kades, Slamet Becco

PanturaNews (Brebes) - Setelah lama tidak terdengar gaungnya, isu pemekaran Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini kembali dibicarakan. Menguatnya isu pemekaran yang digadang-gadang oleh masyarakat Brebes bagian selatan ini, bukan dampak dari hasil pelaksanaan dari Pemilukada pada 07 Oktober 2012 lalu, tapi aspirasi murni masyarakat.

"Menguatnya isu pemekaran bukan karena ketidakpuasan hasil Pemilukada, tapi ini memang keinginan warga Selatan yang ingin lebih maju," ujar Ketua Paguyuban Kepala Desa (Kades) Kecamatan Salem, Slamet Becco kepada PanturaNews.Com, Selasa 23 Oktober 2012 siang.

Menurutnya, pemekaran Brebes untuk wilayah selatan yang terdiri dari enam kecamatan, yakni Bumiayu, Sirampog, Tonjong, Paguyangan, Bantarkawung dan Salem merupakan keinginan murni masyarakat yang sudah lama diimpikan. Masalah Pemilukada merupakan proses demokrasi yang harus diterima dengan lapang dada.

"Suksesnya Pemilkada adalah kesuksesan rakyat dan kemenangannya juga kemenangan rakyat yang harus kita terima dan hormati," kata Becco yang juga Kades Ciputih Kecamatan Salem ini.

Dikatakan, pemekaran Kabupaten Brebes yang diinginkan oleh warga Selatan merupakan keingingan yang realistis. Wilayah yang sangat luas dan jumlah penduduk yang terbanyak selama ini, menjadi salah satu sebab tertinggalnya Brebes dari daerah lain. "Wilayahnya terlalu luas dan penduduknya juga terbanyak, ini persolan dan penyebab Brebes tertinggal," tutur Becco.

Seperti yang dirasakan warga Selatan selama ini, untuk mengurus surat-surat penting seperti akte kelahiran atau surat perijinan lainnya harus ke kabupaten yang menempuh jarak jauh dan waktu yang lama dengan ongkos transportasi yang tinggi. Padahal masyarakat butuh pelayanan yang mudah, murah dan cepat. "Itu salah satu alasan tuntutan pemekaran," ucap Becco.

Wilayah yang luas juga menjadikan pemerintah kabupaten kewalahan melakukan pembangunan. Untuk perbaikan jalan yang panjangnya mencapai lebih dari 10 ribu kilometer anggarannya tidak mencukupi, padahal jalan dan infra struktur lainnya merupakan salah satu sarat untuk kemajuan perekonomian warga.

"Belum lagi pelayanan dasar seperti kesehatan dan lainnya menjadi terhambat oleh luasnya wilayah itu," tutur Becco.

Wilayah selatan sangat layak untuk mekar, selain memiliki sumber daya alam yang cukup juga sumber daya manusia yang memadai. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak setuju adanya pemekaran. "Pemekaran juga akan menguntungkan semua pihak, baik warga bagian selatan maupun warga Brebes bagian utara. Karena nantinya pembangunan akan lebih fokus dengan wilayah yang tidak terlalu luas," kata Becco.

Ditambahkan, adanya keinginan untuk mekar dari warga selatan mesti disikapi secara cerdas dan serius. Warga selatan juga harus bulatkan tekad untuk viosa mewujudkan pemekaran. "Semua Kades dan juga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hendaknya bisa bersatu dan sepaham untuk mendukung pemekaran," tandas Becco.