![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Warga di Dukuh Bayeman, Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, khususnya yang berada di kawasan pembangunan Polder, mengeluhkan kondisi jalan kampung yang dibiarkan rusak parah.
Jalan aspal yang menjadi satu-satunya akses ekonomi untuk lalulintas angkutan hasil pertanian itu, kini sudah tidak layak dilewati, selain banyak berlubang, badan jalan juga sudah bergelombang tidak menentu.
Salah seorang petani, Kardiman (55 tahun) mengatakan, semenjak proyek polder di Dukuh Bayeman dimulai, akses jalan digunakan untuk kendaraan berat. Sehingga banyak jalan yang rusak karena tidak kuat menahan beban. Walaupun rusak, warga terpaksa melewatinya karena jalan tersebut merupakan akses terdekat untuk mengangkut hasil pertanian.
Kardiman menegaskan, untuk mengangkut hasil pertanian warga menggunakan sepeda motor roda tiga atau roda dua. Bahkan semenjak jalan banyak yang rusak, dirinya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan kendaraannya.
Hal sama disampaikan Saeni (39 tahun). Warga Kelurahan Kaligangsa itu mengatakan, dirinya terpaksa melewati jalan Dukuh Bayeman untuk mengangkut hasil pertanian atau sembako.
“Kami sangat berharap pemerintah bisa memperbaiki jakan Dukuh Bayeman. Apalagi proyek polder sudah selesai dan tidak ada aktifitas lagi,” kata Saeni, Rabu 17 Oktober 2012.
Menanggapi permintaan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tegal, Ir Gito Musriyono mengatakan, perbaikan akses jalan melewati Dukuh Bayeman, khususnya yang digunakan untuk kendaraan berat proyek pembangunan Polder sudah diajukan dalam anggaran Tahun 2013.
Sehingga warga tidak perlu khawatir, karena Pemkot Tegal sudah mengakomodir keinginan warga. Tidak hanya itu, Pemkot Tegal juga bertahap akan memperbaiki tanggul-tanggul saluran air yang mengalami kerusakan di wilayah Kelurahan Krandon, Cabawan dan Margadana.