![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Masa tenang dan makin dekatnya pelaksanaan pemungutan suara Pemilukada Brebes, Jawa Tengah, pada 07 Oktober 2012, persaingan dua kubu pasangan calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) makin memanas. Bahkan isu money politik dan saling menjatuhkan, juga beredar luas di masyarakat melalui pesan singkat telepon seluler atau Short Message Service (SMS).
Salah satunya, beredar isu yang menyesatkan bahwa anggota DPRD Brebes dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj Tri Murdiningsih, ditangkap saat menyebar money politik sebesar Rp 56 juta untuk memenangkan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati, Hj Idza Priyanti - Narjo. Isu ini menyebar melalui SMS ke beberapa masyarakat, dan diduga sengaja disebarkan oleh orang-orang tertentu.
Secara tegas isu itu dibantah oleh Hj Tri Murdiningsih. Menurutnya isu sengaja disebarkan oleh lawan politik dengan maksud buruk. "Itu fitnah, isu tidak benar dan sangat menyesatkan yang sengaja disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab," tegasnya kepada PanturaNews.Com, Sabtu 06 Oktober 2012 pagi.
Kejadian yang sebenarnya, pada Jumat 05 Oktober 2012 sekitar pukul 16.00 WIB, dia melakukan kunjungan dalam rangka konsolidasi kader PDI Perjuangan Ranting Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, bertempat di salah satu rumah kader. Ketika pulang dari konsolidasi itu, tepatnya di tengah jalan dekat perempatan Balai Desa setempat, mobil yang membawanya dihadang oleh dua orang.
"Ketika pulang sekitar pukul 17.00 WIB kami dihadang dua orang dan menganggap saya telah melakukan money politik. Padahal saya tidak membawa apa-apa, karena tujuan saya hanya konsolidasi kader di tingkat ranting," ungkap Tri.
Dikatakan, mobil Pajero bernomor polisi B 2 Q warna hitam yang ditumpangi bersama dua asisten pribadi dan kakaknya, serta sopir itu juga sempat digedor-gedor pintunya oleh dua orang yang menghadang di tengah jalan itu. Kejadian itu tidak berlangsung lama, kemudian selesai secara damai, dengan adanya penjelasan dari Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Cilibur, Syamsul.
"Saya tidak habis pikir kenapa setelah itu beredar isu menyesatkan melalui SMS, saya tertangkap melakukan money politik. Itu fitnah dan sangat tidak sejalan dengan nilai-nilai demokrasi," tandas Tri.