![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Tahapan kampanye Pemilukada Brebes 2012, mulai dilaksanakan dan ditandai dengan penyampaian visi misi dua pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Brebes, yakni H. Agung Widyantoro SH MSi-H.Athoillah (TAAT) dan Hj. Idza Priyanti SE-Narjo (IJO), Kamis 20 September 2012.
Visi misi pasangan calon, dipaparkan pada sidang paripurna istimewa DPRD Kabupaten Brebes, di gedung Islamic Center Brebes. Sidang paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Brebes, H. Illia Amin didampingi Wakil Ketua DPRD, Agus Sutrisno dan PLh Bupati Brebes, Soeprapto SH.
Dalam kesempatan tersebut, dua pasangan calon memperoleh kesempatan 30 menit untuk menyampaikan visi, misi, strategi dan kebijakan, yang mana semua pasangan calon secara garis besar menjanjikan kesejahteraan untuk rakyat.
Pada sidang yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut, pasangan nomor urut 1 yaitu Agung-Athoillah berkesempatan menyampaikan visi dan misi. Secara bergantian, Agung-Athoillah menyampaikan visi dan misinya.
Visi pasangan Agung-Athoillah yaitu terwujudnya masyarakat Kabupaten Brebes yang sejahtera, adil dan berakhlakul karimah. Untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan misi yaitu pertama, mewujdkan sumberdaya manusia yang berkualitas, profesional bertaqwa kepata Tuhan Yang Maha Esa, berbudaya dan berakhlakul karimah.
Kedua, mewujudkan kehidupan berpolitik dan tata pemerintahan yang baik (good governance), sebagai perwujudan reformasi birokrasi yang sungguh-sungguh menuju aparatur yang bersih berorientasi kepada pelayanan publik.
Ketiga, mewujudkan perekonomian daerah yang bebasis pada potensi unggulan daerah, dengan dukungan rekayasa teknologi dan berorientasi pada ekonomi kerakyatan. Keempat, mewujudkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang optimal dengan menjaga kelestarian fungsi dalam menopang kehidupan.
Kelima, mewujudkan kualitas dan kuantiatas prasarana dan sarana yang menunjang perkembangan wilayah, penyediaan pelayanan dasar dan pertumbuhan ekonomi. Dan misi yang keenam adalah, mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman, damai dan bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didukung dengan kepastian hukum dan penegakan HAM.
Selain menyampaikan visi misi, pasangan Agung-Athoillah juga menyampaikan sejumlah program strategis terkait pencalonanannya. Diantaranya adalah memberikan pendidikan gratis hingga 12 tahun, meningkatkan kesejahteraan para nelayan, petani dan buruh, memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, dan mengentaskan angka kemiskinan dan pengangguran.
Sementara, pasangan nomor urut 2 yaitu Hj. Idza Priyanti SE-Narjo (IJO), memperoleh kesempatan kedua untuk menyampaikan visi dan misi. Idza-Narjo mengemukakan visi terwujudnya masyarakat mandiri produktif, sejahtera dan berkeadilan. Untuk mencapai visi, maka disusun misi dan rencana kebijakan sebagai implementasi atau penjabaran lebih lanjut dari visi tersebut.
Adapun untuk misi yang pertama yaitu, meningkatkan pendidikan yang murah dan berkualitas. Kedua, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ketiga, meningkatkan ekonomi kerakyatan dan optimalisasi infrastruktur. Keempat, meningkatkan kesejateraan gender dan pemberdayaan perempuan, dan kelima adalah menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Tak kalah dengan pasangan TAAT, pasangan Idza-Narjo juga menyampaikan sejumlah pilar program strategis. Diantaranya adalah 1. Memberikan santunan kematian bagi keluarga tidak mampu sebesar Rp. 1000.000. 2. Seminggu sekali akan menerima aspirasi masyarakat langsung di pendopo Kabupaten Brebes (Open House). 3. Memberikan dana operasional bagi RT dan RW.
4. Meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji, guru madin, imam mushola dan imam masjid. 5.Meningkatkan ekonomi kerakyatan. 6.Memperbaiki sarana dan prasarana jalan dan irigasi pertanian. 7. Meningkatkan layanan pendidikan murah dan berkualitas serta peningkatan angka melek huruf, sehingga mampu mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia. 8. memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu. Dan meningkatkan kesejahteraan para guru GTT, PTT, guru ngaji, guru madin, imam mushola dan imam masjid.