Jelang Pilkada, Pelantikan 109 Pejabat Dipertanyakan
TK-Takwo Heriyanto
Rabu, 19/09/2012, 07:49:51 WIB

Bupati melantik 109 pejabat struktural berpangkat eselon III dan IV di lingkungan (Pemkab) Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Pelantikan 109 pejabat struktural berpangkat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, oleh Bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH MSi, di Pendopo setempat, Rabu 19 September 2012 sore, dipertanyakan sejumlah elemen masyarakat.

Pasalnya, kegiatan pengambilan sumpah tersebut, dilakukan pada saat menjelang hari pertama masa cuti Bupati Brebes mengkuti masa kampanye Pemilukada Brebes. 

"Kami menduga pelantikan pejabatan struktural berpangkat eselon III dan IV itu, mengandung unsur muatan politis. Sebab, kegiatannya dilaksanakan satu hari sebelum masa cuti kampanye bupati mengkuti kampanye Pemilukada Brebes, sehingga itu dipertanyakan," ujar Hasan, salah satu aktifis mahasiswa Brebes kepada PanturaNews, Rabu 19 September 2012.

Koordinator Badan Pekerja Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak), Darwanto, menilai adanya pelantikan pejabat strukutural eselon III dan IV secara besar-besaran oleh Bupati itu, adalah salah satu bentuk manuver politik oleh incumben untuk menguatkan posisinya dalam rangka mendobrak suara pada Pemilukada.

"Itu mungkin salah satu trik dan strategi yang bupati lakukan. Selain itu, perlu dilihat juga apakah pelantikan tersebut sudah melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) atau belum. Kalau belum, jelas itu sangat dipertanyakan sekali," ungkapnya.

Berbeda dengan pendapat Wakil Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK) Kabupaten Brebes, Slamet Dhofir. Menurutnya, pelantikan pejabat struktural berpangkat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Brebes oleh Bupati Brebes adalah hal yang wajar dilakukan.

"Saya rasa, itu wajar-wajar saja kok. Lagipula adanya pelantikan pejabat struktural berpangkat eselon III dan IV, tujuannya adalah untuk penyegaran," tuturnya.

Disisi lain, menurutnya, bahwa pergantian pimpinan baik itu mutasi ataupun promosi dalam suatu organisasi, merupakan suatu peristiwa yang perlu dilakukan dalam rangka membangun sistem dan mekanisme kerja agar organisasi lebih dinamis, dan juga sebagai wahana penempaan para pimpinan yang mendapat amanah agar menyadari bahwa jabatan tidak kekal.

Sementara itu, Bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH MSI, membantah jika pelantikan pejabat struktural berpangkat eselon III dan IV sebanyak 109 di lingkungan Pemkab Brebes, adalah terkait adanya persoalan politik.

"Jangan dikait-kaitkan dengan persoalan politik apalagi Pemilukada Brebes. Kami tidak ada niatan untuk melakukan itu, meskipun besok adalah hari pertama cuti karena kegiatan kampanye. Tetapi ini lebih pada kebutuhan organisasi," ungkap Agung.

Proses ini, kata Bupati, berjalan cukup panjang dan mengalami tahapan yang berliku dan semuanya berdasarkan pertimbangan. Mutasi ini bertujuan untuk lebih memaksimalkan kinerja pemerintah, tanpa membeda-bedakan warna maupun golongan.

"Jadi, jangan ada rasa kecewa maupun mengeluh. Karena itu, kami minta kepada semua pejabat eselon III dan IV yang baru saya lantik, untuk menyesuaikan dengan organisasi yang baru. Jangan coba berpikir bahwa jabatan ini bisa diraih dengan jalan pintas, apalagi sebentar lagi akan memasuki tahapan proses Pemilukada. Tentunya demokrasi ini kita sikapi secara dewasa dan bijaksana tidak usah tergiur dengan iming-iming," katanya.

Bupati berharap, jangan ada didalam organisasi di SKPD Pemkab Brebes lari sendiri-sendiri, apalagi belakangan ada pertemuan-pertemuan di hotel-hotel.

"Kalau mau adakan pertemuan, selesaikan tempatnya di kantor Pemkab Brebes. Kalau sudah bersatu jangan mudah terpengaruh dan di kapling-kapling, tidak perlu bagi-bagi jabatan Sekda dan direktur PDAM dan sebagainya," paparnya.