![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, keluhkan pengurangan jumlah petugas perlindungan masyarakat (Linmas) untuk pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilukada Brebes 07 Oktober 2012 mendatang. Pasalnya, semula sudah ditetapkan tiap TPS ada dua petugas Linmas yang bertugas, belakangan diperoleh pemberitahuan tiap TPS hanya ada satu Linmas.
"Sebelumnya kami sudah tetapkan tiap TPS dua Linmas sesuai dengai SPJ penerimaan seragam Linmas," kata Mahnuri, Kepala Desa Pepedan kepada PanturaNews.Com, Selasa 18 September 2012.
Menurutnya, sebelumnya dan sesuai dengan pembagian seragam dan perlengkapan Linmas yang telah diserahkan tiap TPS ada ditugaskan dua Linmas. Sekarang mendapat surat pemberitahuan tiap YPS hanya ada satu Linmas, sehingga harus menguranginya dan itu sangat sulit. "Alasan yang kami terima Linmas hanya satu tiap TPS karena keterbatasan anggaran," ujar Mahnuri.
Dikatakan, pengurangan itu sangat sulit dilakukan apalagi bagi desa yang jumlah TPS banyak, karena akan berdampak kesenjangan. Sementara jika tetap dua per TPS tidak ada yang menanggung honornya.
"Sebelumnya anggota Linmas sudah mendapat seragam dan siap ditugaskan di ,masing-masing TPS, kalu kemudian dikurangi akan timbul masalah, kalau tetap ditugaskan siapa yang akan memberi honor," ketus Mahnuri yang juga Ketua Paguyuban Kades Kecamatan Tonjong ini.
Dia menambahkan, informasi yang diterima honor untuk Linmas sebesar Rp 25 ribu per orang. Honor sebesar itu amat sangat kecil dan tidak sebanding dengan tanggungjawab tugas yang harus dipikulnya. Pada pelaksanaa pemungutan suara selesainya bisa sampai malam dan Linmas harus tetap mengawal sampai selesai. "Honor webesar itu juga sangat kecil sangat tidak sebansing dengan beban tanggungjawab yang dipikul Linmas," tandas Mahnuri.