Biografi Mantan Mendiknas Asal Bumiayu Diluncurkan
ZM-Zaenal Muttaqin
Sabtu, 15/09/2012, 04:41:08 WIB

Prof Dr Yahya Ahmad Muhaimin membubuhkan tandatangan pada buku biografinya (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Tokoh nasional dan cendekiawan asal Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Prof Dr Yahya Ahmad Muhaimin, meluncurkan buku biografinya yang berjudul “Tiga Kota Satu Pengabdian”. Peluncuran digelar di gedung Kampus Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Islam Ta'alumul Huda Bumiayu, di jalan raya Tegal-Purwokerto jalur Pagojengan Kecamatan Paguyangan, Sabtu 15 September 2012 siang.

Dalam buku bersampul hijau itu, mantan Mendiknas di era Presiden Abdurraman Wahid dan Megawati Soekarnoputri ini, menceritakan pengalamannya di bidang yang berbeda-beda. Mulai dari perjalanan akademisnya, jejak langkahnya sebagai pengajar dan ilmuwan di dunia pendidikan, sebagai pengamat militer yang disegani di negeri ini dan membuat dirinya makin dikenal. Juga keterlibatannya di lembaga sosial keagamaan, persinggungan dengan politik dan jabatan Mendiknas.

Buku yang ditulis oleh Badruzzaman Busyairi ini berhasil membawa pembaca hanyut dalam kisah kehidupan Yahya A. Muhaimin yang inspiratif, diantaranya dengan memahami tiga dimensi kehidupan Yahya, yakni mulai dari perjalanan akademik, kehidupan sosial politik, dan atmosfer humanitasnya.

Dengan bahasanya yang lugas dan mudah dimengerti, membuat pembaca seolah-olah sedang menikmati sebuah novel, lengkap mulai dari kisah lucu Yahya saat masih berada di desa kecil Bumiayu, diselingi kisah romantis Yahya ketika bertemu dengan istrinya hingga lika-liku perjalanan kariernya, sampai bisa menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional Indonesia pada era pemerintahan Gusdur.

Yahya yang juga lulusan dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) Amerika Serikat ini, tercatat telah sekitar 40 tahun mendedikasikan dirinya di dunia pendidikan, tidak hanya di satu kota saja namun sekaligus di beberapa kota seperti Yogyakarta, Bumiayu dan juga Jakarta.

"Kami ingin memberikan berbagi, sekaligus mengingatkan agar jangan melupakan asalnya. Saya dari Bumiayu maka saya tidak lupa dengan Bumiayu," kata Yahya saat ditemui usai acara peluncuran.

Yahya yang juga Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) STKIP-STIE Islam Bumiayu ini melalu biografinya juga ingin berpesan pada generasi muda, untuk memiliki kedisiplinan dan tidak manja. Disiplin yang tinggi disertai dengan kemandirian akan menjadi kunci sukses bagi generasi muda.

"Generasi muda sekarang seperti yang kita lihat di tayangan-tayangan televisi kebanyakan kurang disiplin dan manja. Untuk bisa maju harus bisa menghadapi tantangan tersebut," tandasnya.

Acara peluncuran dihadiri ratusan mahasiswa STKI-STIE Islam Bumiayu dan beberapa teman semasa kecil dan juga muridnya. Diantara mereka juga sempat menyampaikan testimoninya, diantaranya, Lis Gunarto, H Salim, Lutfi Abdul Kahfi dan lainnya.