Kesadaran Berikan ASI Eksklusif Masih Rendah
ZM-Zaenal Muttaqin
Rabu, 12/09/2012, 06:17:19 WIB

Peserta kegiatan pemantapan pengembangan dan pelestarian KP-Ibu antusias dengarkan penjelasan tentang manfaat ASI untuk bayi (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Tingkat kesadaran para ibu di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif atau enam bulan pada anaknya masih rendah. Dari angka kelahiran bayi pertahunnya yang mencapai lebih dari 37 ribu bayi lebih pertahunnya, ternyata baru 27 persen yang diberi ASI eksklusif oleh ibunya.

Demikian diungkapkan oleh Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Brebes, dr Rasipin dalam pemaparannya tentang keunggulan ASI pada kegiatan pemantapan pengembangan dan pelestarian Kelompok Pendukung Ibu (KP-Ibu), di Kecamatan Tonjong, Rabu 12 September 2012 siang. "Dari kelahiran bayi 37 ribu, baru 27 persen yang diberi ASI eksklusif," ujarnya.

Menurutnya, targetnya semestinya dari jumlah bayi yang lahir, 80 persennya bisa mendapat ASI eksklusif dari ibunya. Rendahnya angka prosentase itu menunjukkan rendahnya tingkat kesadaran para ibu tentang betapa pentingnya ASI bagi anaknya. "ASI itu sangat baik dan sangat dibutuhkan oleh bayi," kata Rasipin.

Dikatakan, ASI merupan hak setiap anak yang harus diberikan oleh ibunya. Manfaat ASI yang sangat besar bagi anak tidak bisa digantikan dengan susu formula yang terbuatg dari susu sapi. Bahkan ASI dengan banyaknya kandungan zat yang baik dan dibutuhkan oleh bayi bisa terserap 100 persen oleh bayi.

"Sementara susu formula atau susu sapi justru berpotensi timbulnya penyakit pada anak, seperti diabetis dan menurunnya kekebalan tubuh," ungkap Rasipin.

Selain itu, secara psikologis pemberian ASI pada anak akan meningkatkan hubungan emosional dengan ibunya. Ketika bayi masih dalam rahim yang suara yang terdengar oleh bayi adalah suara detak jantung ibunya maka ketika bayi yang telah lahir didekap dan diberi ASI akan menjadi tentram oleh degup jantung ibunya pula.

“Tapi kalau kemudian bayi tidak lagi mendengar detak atau degup jantung itu bayi akan stres," tandas Rasipin.

Masih menurut Rasipin, ada beberapa faktor yang menyebabkan ibu enggan memberikan ASI eksklusi pada anaknya. Diantaranya karena faktor karir atau kesibukan ibu dalam berkarir sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk memberikan ASI pada anaknya.

"Bahkan ada juga ibu yang tidak memberikan ASI pada anaknya dengan alasan agar penampilannya tetap menarik. Itu kesalahan, karena menyusui bayi juga termasuk perintah agama," terangnya.

Kegiatan kegiatan pemantapan pengembangan dan pelestarian KP-Ibu yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Tonjong siang itu dihadiri oleh anggota atau kader KP-Ibu se-kecamatan setempat. Nampak hadir dan membuka kegiatan Camat Tonjong, Drs Hudiyono MSi. Beberapa tokoh masyakat dan tokoh agama juga nampak mengikuti acara tersebut.