Diduga Simpan SS, Rumah Ketua DPRD Digeledah
GAB -Riyanto Jayeng & SL Gaharu
Jumat, 07/09/2012, 09:43:48 WIB

Rumah dinas Ketua DPRD Pemalang dikerubuti wartawan, Jumat pukul 01.30 WIB setelah ada kabar penangkapan (Foto: Jayeng)

PanturaNews (Pemalang) - Rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Waluyo AT, Kamis 6 September 2012 sekitar pukul 22:30 WIB digeledah oleh 4 lelaki tak dikenal yang diduga petugas dari Mabes Polri, Jakarta. Dalam penggeledahan di kamar tidur Ketua DPRD, petugas berhasil mengamankan satu unit alat penghisap sabu-sabu (SS) yang ditemukan di atas lemari, beberapa butir pil yang berada di lantai kamar, uang sejumlah Rp 1 juta dan 3 buah hand phone.

Usai menggeledah, keempat lelaki berpakaian preman yang nampak membawa senjata api di pinggangnya itu, kemudian mengajak Waluyo AT masuk ke dalam mobil yang mempunyai plat nomor dengan kode area Jakarta. Selanjutnya, Waluyo AT dibawa pergi oleh keempat lelaki tak dikenal tersebut. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak-pihak terkait yang bersedia memberikan penjelasan mengenai insiden penggledahan di rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Pemalang itu. Satu-satunya sumber yang dijadikan rujukan wartawan, adalah Muksin (58), tetangga rumah dinas (Rumdin) Ketua DPRD yang kebetulan menjabat selaku Ketua RT 05 RW 12 Keluraha Kebondalem, Kecamatan Pemalang. Diungkapkan oleh Muksin, bahwa dirinya ikut serta masuk ke dalam rumah, saat keempat lelaki itu menggeledah rumah dinas Ketua DPRD.

“Awalnya keempat lelaki yang bertamu ke rumah saya itu minta diantar ke rumah pak Waluyo. Salah satu dari mereka mengaku dari Jakarta dan menolak menyebutkan identitas meskipun hanya sekedar nama. Tanpa disengaja, saya melihat ada senjata api berupa pistol di pinggangnya. Saya sempat bilang bahwa Pak Waluyo jarang di rumah, kalaupun berada di rumah, paling-paling antara pukul 01:00 atau pukul 02 :00 WIB,” kata Muksin, Jumat 07 September 2012 pukul 01.00 WIB.

Masih bersama dengan keempat lelaki itu, Muksin mengetuk pintu rumdin Ketua DPRD Kabupaten Pemalang. Tak berapa lama kemudian, pintu rumah terbuka.  “Saya melihat ada Pak Waluyo yang mengenakan sarung dan kaus, sedang duduk santai bersama seorang wanita dan satu anak lelaki kecil. Lalu saya bilang ke dia, pak ada tamu dari Jakarta, lalu dia bilang disuruh masuk. Lalu keempat orang itu ikut masuk dan salah satu dari orang itu menepuk-nepuk pundak Pak Waluyo, sambil bilang tenang saja-tenang saja. Lalu Pak Waluyo masuk ke kamar tidur dan dikunci dari dalam,” ujarnya.

“Lantaran tidak sabar, salah satu dari mereka sempat berkata dengan nada tinggi, “Pak kok lama amat, lalu setelah pintu kamar dibuka, kedua orang bersama saya masuk ke dalam kamar dan menggeledah kamar. Kemudian penggeledahan tertuju pada lemari dan ditemukan sebuah benda diduga bong (alat penghisap sabu-sabu), beberapa butir pil di lantai, uang sebanyak Rp 1 juta serta 3 buah handphone. Saat ditanya, Pak Waluyo sempat mengelak bahwa barang-barang itu bukan kepunyaannya. Lalu saya keluar hendak cari makan di warung depan, namun setelah ke situ lagi ternyata Pak Waluyo sudah pergi naik mobil bersama mereka,” papar Muksin.

Muksin menambahkan, kondisi Waluyo AT saat menerima tamu keempat lelaki tak dikenal itu dalam keadaan sehat dan segar. Dan pada saat keempat tamunya itu masuk ke rumah, mendapati Waluyo AT sedang bersantai dan berbincang bersama seorang wanita yang diperkirakan istrinya.