![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Lahan hutan milik Perhutani seluas 7,5 hektar di BKPH Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diperkirakan rusak akibat kebakaran dalam sepekan ini. Lahan berisi tegakan pohon pinus itu tepatnya di petak 76 dan 68 Blok Cipanas.
"Kebakaran terjadi di petak 76 dan petak 68 Cipanas, yang berbatasan dengan lahan pertanian milik warga," ujar Asper PT Perhutani BKPH Bantarkawung, Tri Utdiono, Senin 03 Sepeter 2012.
Menurutnya, kebakaran itu terjadi dua kali, di petak 76 seluas 4 hektar dengan jumlah tegakan 500 pohon pinus terjadi pada Jumat 24 Agustus 2012 dan di petak 68 seluas 3,5 hektar sebanyak 460 pohon pinus terbakar pada Sabtu 01 September 2012 lalu. Meski sampai saat ini belum nampak ada tegakan yang mati akibat terbakar, tapi diperkirakan kerugiannya akibat kebakaran itu cukup besar karena lahan yang terbakar berisi tegakan yang produktif.
"Jumlah kerugian biasanya akan diketahui setelah 2-3 bulan. Tegakan pohon pinus yang mati biasanya juga akan diketahui setelah satu tahun kedepan," terang Utdiono.
Dikatakan, kebakaran hutan pinus itu terjadi akibat adanya warga yang melakukan pembakaran rumput di lahan pertanian yang berbatasan dengan hutan. Saat itu ada angin kencang yang mengakibatkan api membesar dan merembet ke kawasan hutan. "Ada petani yang membakar rumput dan apinya menjalar ke hutan akibat hembusan angin kencang," kata Utdiono.
Pemadaman peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.00 hingga 15.00 WIB itu mengerahkan 30 personil dengan dibantu warga sekitar. Upaya yang untuk memadamkan kobaran api agar tidak meluas hanya bisa dilakukan dengan cara membuat ilaran dan api disekat agar tidak menjalar. Upaya tersebut cukup efektif meski sulit dilakukan karena hembusan angin sangat kencang. "Kami membuat ilaran, tapi angin yang kencang cukup menghambat upaya pemadaman," tutur Utdiono.
Selanjutnya, untuk mencegah terulangnya kebakaran hutan itu, BKPH Bantarkawung terus melakukan patroli ke kawasan hutan. Sosialisasi kepada warga terutama yang memiliki lahan yang berbatasan dengan hutan juga terus dilakukan. "Kami tingkatkan patroli dan juga sosialisasi ke warga di desa-desa untuk mencagah terulangnya kebakaran hutan," pungkas Utdiono.