![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Usulan penghapusan 50 unit mobil dinas dan pengadaan 34 unit mobil dinas baru oleh Pemkot Tegal ditolak. Hal itu terungkap dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan tim TAPD Pemkot Tegal, Senin 27 Agustus 2012.
Ketua DPRD Kota Tegal yang sekaligus bertindak selaku Ketua Banggar, H Edi Suripno SH mengatakan, usulan pengadaan 34 mobil dinas baru jenis Inova dan Avanza dengan angaran Rp 9.293.903.000 atau sembilan milyar rupiah lebih, dinilai sangat tidak rasional. Sementara, usulan penghapusan 50 unit mobil dinas di lingkungan Pemkot Tegal juga dinilai sangat tidak masuk akal alasannya.
“Jika alasannya sebagai penghematan biaya operasional, maka sebenarnya Pemkot Tegal sudah melakukan penghematan selama ini. Buktinya, untuk menyesuaikan kebijakan BBM yang digulirkan oleh pemerintah pusat, Pemkot Tegal tidak menambah anggaran. Pagu anggaran untuk BBM mobdin masih menggunakan pagu BBM jenis Premium, meskipun saat ini diwajibkan untuk mobdin harus menggunakan BBM jenis Pertamax,” kata Edi.
Lebih jauh dijelaskan, sebenarnya untuk mensiasatinya sangatlah mudah, yaitu jika selama ini mobdin menggunakan BBM premium 5 liter per hari, maka sejak diberlakukan menggunakan pertamax, cukup dibelikan 2,5 liter per hari. Karena tidak ada penambahan anggaran maka volume pembelian BBM nya yang terkurangi.
“Sekarang jika kemudian dilakukan penghapusan lalu ganti mobil, apakah relevan dengan penghematan BBM? kan tidak,” ujarnya.
Edi mengatakan, awalnya tim TAPD yang dipimpin Sekretaris Daerah (sekda) menyampaikan, perlunya penghapusan 50 unit mobdin dan pengadaan 34 mobdin baru demi penghematan BBM. Dalam penyampainnya saat rapat bersama dituliskan bahwa total anggaran BBM untuk 233 unit mobdin sebesar Rp 1.598.000.000, anggaran pemeliharaan sebesar Rp 2.097.000.000 dan premi asuransi sebesar Rp 582.000.000, maka jumlah keseluruhan sebesar Rp 4.189.340.000.
“Mereka mengasumsikan jika ada penghapusan 50 unit mobdin dan pengadaan 34 unit mobdin baru, maka akan terjadi penghematan sebesar Rp 600 juta. Kami berpendapat, bahwa mobdin-mobdin yang saat ini masih ada dinilai masih layak pakai, buktinya biaya perawatan setiap tahunnya kan keluar. Maka dengan tegas kami DPRD Kota Tegal menolak dan mencoret usulan penghapusan 50 unit mobdin dan usulan pengadaan 34 unit mobdin baru,” tandas Edi.