Insiden Peleman, Kadis Bukan Anggota AWK
AZ-Agus Zahid
Sabtu, 06/02/2010, 19:29:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Kajen) - Aliansi Wartawan Kajen (AWK) Kabupaten Pekalongan, menyayangkan terhadap oknum yang mengaku wartawan Kabupaten Pekalongan yang terlibat dalam kerusuhan di Wisma Anggrek Merah, Lokalisasi Peleman, Desa Sidoarjo, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Kamis 04 Februari 2010 pukul 22.00 WIB kemarin.

“Berdasarkan data di Humas Pemkab Pekalongan maupun data anggota AWK, oknum yang mengaku wartawan itu tidak tercatat di dua lembaga ini. Tidak tahu dia wartawan atau hanya ngaku-ngaku wartawan,” tegas Wakil Ketua AWK, Bambang Murjiyanto, Sabtu 06 Februari 2010 sore.

Menurutnya, berdasarkan data yang ada di Humas Pemkab Pekalongan jumlah wartawan yang resmi tercatat hanya 28 wartawan. Dari jumlah itu 24 wartawan masuk dalam keanggotaan AWK. “Anggota KWK tidak ada yang namanya Kadis, di Humas pun saya cek tidak ada,” ujar Bambang.

Ditambahkan, pihaknya perlu mengklarifikasi, karena insiden di Lokalisasi Peleman itu melibatkan nama institusi wartawan Kabupaten Pekalongan. Padahal, TKP masalah itu di lokalisasi, sehingga AWK merasa dirugikan dengan pengakuan oknum yang mengatas namakan wartawan tersebut. “Saya perlu jelaskan, karena insiden itu mencatut institusi wartawan Kabupaten Pekalongan, kami selaku AWK perlu klarifikasi, bahwa oknum itu bukan anggota AWK,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Bripda AP (35), terkapar setelah dikepruk botol oleh 8 orang pemabuk asal Kabupaten Brebes di wisma Anggrek Merah lokalisasi Peleman, Desa Sidoarjo, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Kamis 04 Februari 2010 pukul 22.00 WIB. Dalam kejadian itu, Kadis (45) yang mengaku wartawan mingguan asal Pekalongan terlibat dalam pengeroyokan itu.