![]() |
|
|
PanturaNews (Jakarta) - Siapapun yang nanti akan memenangkan pertarungan pemilihan Gubernur DKI Jakarta, punya pekerjaan rumah yang luar biasa berat. Reformasi Birokrasi (Refbir) harus menjadi agenda utama setelah terpilih. Reformasi birokrasi nantinya harus menjadi pijakan tatanan merubah segala bentuk budaya tata kelola pemerintahan yang selama ini keliru menjadi "on the track".
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yang juga DUTA Universitas Indonesia Untuk Reformasi Birokrasi, DR. Dewi Aryani, M.Si melalui pers releasenya mengatakan, beberapa catatan penting soal Reformasi Birokrasi diantaranya adalah: Tujuan ref bir harus meningkatkan kualitas pelayanan publik, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, mengurangi KKN, dan meningkatkan kinerja pemerintahan.
Selanjutnya, prasyarat ref bir yaitu komitmen politik pimpinan, reform the reformers, dan agenda ref bir. Sedangkan fokus ref bir kepada reformasi SDM aparatur, reformasi bisnis proses pelayanan, reformasi struktur organisasi, reformasi peraturan perundang undangan, reformasi pengawasan dan akuntabilitas dan reformasi mindset, kultur dan mental model. Adapun tantangan terberat ref bir adalah merubah budaya kekuasaan dalam birokrasi, dan merubah kebiasaan atau budaya.
Problem terberat budaya, menurut Dewi, adalah gaya hidup pejabat yang sudah terlanjur tinggi dengan gaji yang kecil, sehingga harus mencari tambahan dari birokrasi. Leverage perubahan yang penting adalah pengisian jabatan secara terbuka berbasis kompetensi, pengukuran kinerja, dan gaji sesuai kinerja.
“Saya rasa Jokowi sosok yngg pas, karena sudah membuktikan pada masa kepemimpinannya di Solo sebagai walikota. Sosok jujur yang bisa melaksanakan seluruh agenda reformasi birokrasi ini, jika tidak ada integritas dan kejujuran, semua agenda hanya akan jadi pepesan kosong belaka," tandas Dewi.