![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Ribuan orang dari berbagai kalangan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, direncanakan melakukan aksi demo turun ke jalan untuk menolak pemimpin korupsi, Senin 16 Juli 2012.
Aksi tersebut dilakukan sebagai buntut dari penanganan kasus dugaan korupsi oleh oknum Kepala Desa (Kades) Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, H. Kurdi, yang hingga saat ini kasus dugaan penyelewengan beras miskin (raskin), belum ada tindaklanjut dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes.
"Rencananya aksi diikuti aktivis Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) yang menjembatani atas penanganan kasus dugaan korupsi oleh oknum Kades Rancawuluh juga akan diikuti oleh para warga Desa Rancawuluh itu sendiri. Disamping itu, aksi besok juga akan diikuti oleh aktivis dari GMNI, dan Grand Issue. Jumlahnya kurang lebih ribuan orang," kata Trio Pahlevi, Divisi Advokasi Publik Gebrak kepada PanturaNews, Minggu 15 juli 2012.
Koordinator Badan Pekerja Gebrak, Darwanto, menambahkan aksi demo turun ke jalan untuk menolak pemimpin korupsi dipusatkan di Alun-alun Brebes sekitar pukul 08.00 WIB. "Setelaah itu, massa baru akan turun ke jalan menuju Kantor Bupati dan dilanjutkan ke Kantor Kejari Brebes," terang Darwanto.
Menurutnya, dalam aksi besok ada beberapa tuntutan yang dikehendaki para pendemo. Diantaranya mendesak kepada Bupati Brebes untuk segera mencopot H. Kurdi dari jabatannya sebagai Kades Rancawuluh. Kemudian mendesak kepada Kejari agar yang bersangkutan segera dijadikan tersangka, sekaligus ditahan karena diduga telah melakukan penyelewengan raskin.
"Dalam aksi besok, kami juga akan mengangkat isu untuk menolak terhadap pemimpin yang melakukan korupsi. Karena walau bagaimanpun, korupsi adalah musuh rakyat yang harus diberantas dan dihanguskan di Brebes. Kalau Brebes ingin maju, maka Brebes harus bersih dari korupsi," tandas Darwanto.