RSUD Tak Sanggup Tangani Balita Penderita Tumor
TK-Takwo Heriyanto
Sabtu, 19/05/2012, 06:11:31 WIB

Bayi penderita tomot di kepala dirawat sementara di Bangsal Anak RSUD Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Putri Agis Lestari (2 tahun 8 bulan), balita penderita tumor kepala dan hidrocipalus yang diderita sejak lahir dan dirawat sementara di Bangsal Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes, Jawa Tengah, sejak hampir dua pekan lalu akan dirujuk ke RS Kardinah Tegal, Senin 21 Mei 2012 mendatang.

Pasalnya, pihak dokter bedah syaraf RSUD Brebes yang menangani anak kedua pasangan Artha (45) dan May (25), warga Desa Cibendung, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes itu, sudah tidak sanggup menanganinya, karena tidak adanya peralatan medis untuk melakukan operasi.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Brebes, Saiful Fajar, yang mendampingi keluarga pasien, Sabtu 19 Mei 2012.

Sebelumnya diberitakan, Putri hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur akibat penyakit yang dideritanya. Orang tuanya yang berasal dari keluarga tidak mampu tak bisa berbuat banyak untuk pengobatan buah hatinya tersebut. Artha, orangtua Putri mengatakan anaknya itu sudah dua kali ini dirawat di RSUD Brebes. Kali pertama pada awal Mei.

Kemudian, dirujuk ke RS Karyadi Semarang. Di rumah sakit itu, anaknya dirawat selama 5 hari mulai 2-7 Mei lalu. Namun, keluarga dianjurkan dokter RS Karyadi untuk membawa pulang anaknya, dengan alasan pasien terkena tumor ganas dan kemungkinan selamat kecil. Jalan satu-satunya adalah dioperasi, tetapi  butuh biaya besar, sementara pasien menggunakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

"Karena itu, kami akhirnya pulang paksa. Bahkan, hingga kini kami masih punya hutang biaya perawatan di RS Karyadi sebesar Rp 539.000, karena kehabisan uang. Total biaya perawatan di sana (RS Karyadi) Rp 1.539.000, tetapi baru dibayar Rp 1 juta," tuturnya.

Ketua DKR Brebes, Saiful Fajar menjelaskan, saat ini keluarga masih berharap adanya uluran tangan dari para dermawan yang mau peduli terhadap penyakit tumor kepala dan hidrocipalus yang diderita balita bernasib malang itu.

Dia mangatakan, meski dari pihak Pemkab Brebes telah memberikan bantuan biaya perawatan kepada pasien, namun bantuan dana yang diberikan tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani operasi di RS Kardinah Tegal nanti.

"Padahal biaya operasi di RS Kardinah Tegal diperkirakan mencapai Rp 30 juta lebih, namun bantuan yang salurkan Pemkab sangat tidak mencukupi sekali. Karena itu, kepada para dermawan diharapkan ada yang lebih peduli untuk membantu pasien," tandasnya.