Dana BOS Semrawut, Guru Kecewa Pecah Kaca Mading
JAY-Riyanto Jayeng
Jumat, 18/05/2012, 08:20:41 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 2 Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, disinyalir semrawut dalam pembukuannya. Hal itu terkuak ketika salah satu guru melampiaskan kekecewaan dengan memecah kaca majalah dinding (mading), lantaran permintaan anggaran untuk sebuah kegiatan siswa tidak terealisasi.

"Sepertinya, dana BOS disini (SMP N 2 Kramat-red), digunakan tidak pada tempatnya. Saya sangat kecewa," tutur Guru Olahraga SMPN 2 Kramat, Teguh SPd, Jumat 18 Mei 2012.

Kekecewaan pelatih bola volly ini, tidak hanya dengan kata-kata. Teguh bahkan memecahkan kaca mading sekolah hingga berantakan. Meski demikian, kepala sekolah sepertinya tutup mata. Kaca mading dibiarkan rusak begitu saja.

Teguh menceritakan, kejadian itu berawal, ketika dua pekan silam, beberapa anak didiknya mengikuti lomba bola voli di SMIK Adiwerna. Untuk mengikuti lomba itu, tentunya peserta memerlukan biaya oprasional.

Biaya tidak mungkin berasal dari siswa. Sehingga, ia pun mengajukan anggaran ke kepala sekolah supaya didukung dengan dana BOS. Pengajuan anggaran yang diserahkan secara tertulis itu, senilai Rp 550 ribu.

Saat pengajuan, kepala sekolah hanya menyarankan supaya menghubungi bendahara BOS. Mendapat perintah itu, guru olahraga ini pun bergegas menemui bendahara. Tetapi, ketika sudah bertemu dengan bendahara, pengajuan itu tidak direalisasi. Kata bendahara, saat ini tidak ada anggaran.

"Dana BOS disini sebenarnya untuk apa? Kenapa untuk kegiatan siswa yang berhubungan dengan prestasi justru tidak direalisasi? Saya curiga, antara kepala sekolah dengan bendahara, pasti 'bermain'," ujarnya.

Teguh melanjutkan, karena kegunaan anggaran itu mendesak, ia pun akhirnya membentuk relawan untuk meminta sumbangan kepada seluruh siswa SMP N 2 Kramat. Relawan merupakan peserta bola voli yang akan mengikuti pertandingan. Mereka berkeliling mulai dari kelas VII, VIII dan IX dengan membawa kotak amal. Berujung, sumbangan tersebut diperoleh dana senilai Rp 540.500.

Padahal, dana yang dibutuhkan Rp 550 ribu. Tak pelak, ada seorang guru yang memberikan sumbangan Rp 10 ribu. Sehingga, dana tersebut genap sesuai dengan kebutuhan. Bahkan, ada seorang guru lagi yang menyumbang minuman mineral sebanyak 3 dus.

Sejauh itu, kata Teguh, kepala sekolah tidak tersentuh hatinya. Kepala sekolah sama sekali tidak peduli dengan kondisi dewan guru setempat serta dengan para siswanya.

"Setelah siswa kami mengikuti lomba volli itu, siswa kami justru meraih Juara I di tingkat Kabupaten Tegal. Sungguh luar biasa, saya sangat bangga dengan kegigihan anak didik kami. Tapi sayangnya, mereka kurang mendapat perhatian dari dana BOS," keluhnya. 

Sementara itu, ketika Kepala SMPN 2 Kramat, Sofan Hamid SAg, hendak dikonfirmasi, pihaknya tidak ada di tempat. Menurut sejumlah guru, kepala sekolah belum datang sejak pagi. Pernyataan itu juga senada dengan ulasan Satpam sekolah, Mohamad Amin. Menurut Amin, kepala sekolah belum terlihat sejak pagi. Sementara ketika bendahara hendak dikonfirmasi, pihaknya juga tidak ada di tempat.

"Kepala sekolah belum datang. Kemungkinan juga tidak datang, karena sekarang sudah jam sebelas siang. Sedangkan bendahara, saat ini sedang ke Slawi," tegas sejumlah guru setempat.