Penanganan Kasus Raskin, Massa Ancam Duduki Kejaksaan
TK-Takwo Heriyanto
Kamis, 17/05/2012, 12:06:42 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Massa asal warga Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengancam akan menduduki Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, jika kasus dugaan penyelewengan beras miskin (Raskin) yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa (Kades) Rancawukuh, Kurdi, tidak segera ditangani secara serius.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Sugiyanto (33), perwakilan warga Desa Rancawuluh, usai mendatangi Kejari Brebes, Rabu 16 Mei 2012, guna mempertanyakan penanganan kasus dugaan penyelewengan raskin yang sudah dilaporkan sejak empat bulan lalu, atau tepatnya Februari 2012.

Ahmad dengan didampingi puluhan warga desanya kepada PanturaNews, mengatakan sangat menyayangkan atas penanganan kasus dugaan penyelewengan raskin yang sudah dilaporkannya selama empat bulan itu, tidak ada keseriusan untuk menindak lanjutinya.

"Padahal janji dari Kejari sendiri menyebutkan bahwa kasus dugaan penyelewengan raskin yang telah dilaporkan ini akan dituntaskan dalam waktu tiga bulan. Tapi kenyataannya, ini sudah empat bulan tidak juga dituntaskan," ujar Ahmad.

Menurutnya, dalam kasus tersebut sekitar lebih dari 15 orang dimintai keterangan oleh pihak Kejaksaan. Termasuk oknum Kades, dan perangkat desanya serta dari pihak bulog juga dimintai keterangan.

"Desakan warga kepada Kejaksaan adalah agar oknum Kades itu, segera ditetapkan sebagai tersangka sekaligus untuk ditahan. Sebab, bukti-bukti yang kami laporkan semuanya sudah ada dan komplit," terangnya.

Wahyono (34), warga Desa Rancawuluh lainnya menilai, Kejaksaan dalam menangani kasus dugaan penyelewengan raskin oleh oknum Kadesnya, sengaja diulur-ulur.

"Ini membuktikan bahwa Kejaksaan tidak serius dalam menangani kasus dugaan penyelewengan raskin sebanyak 26 kantong beras yang berisi 15 Kg per kantongnya itu," paparnya.

Jika dikemudian hari, lanjut Wahyono, terjadi ada penyegelan Kantor Desa Rancawuluh, karena masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan kepemimpinannya, jangan disalahkan.