![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Komisioner Komisi Yudisial (KY), Taufiqurrahman Syahuri, Rabu 16 Mei 2012 malam, bertandang ke Sekretariat LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Brebes, Jawa Tengah. Kunjungan Taufiqurrahman ke markas pegiat anti korupsi yang dikoordinatori Darwanto ini, dalam rangka silaturahmi.
Namun di sela-sela silaturahmi itu, muncul sebuah diskusi mengenai figur-figur bakal calon pemimpin Brebes yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Brebes yang akan digelar 07 Oktober 2012 mendatang.
Hal itu adalah wajar untuk dibahas bersama-sama. Mengingat masyarakat Kabupaten Brebes sendiri, masih bingung dalam menentukan pilihan terhadap bakal calon pemimpinnya nanti.
Kendati banyak baliho-baliho kandidat bakal calon bupati yang terpampang hampir disudut-sudut kota Brebes maupun pelosok desa, namun keberadaan baliho-baliho tersebut belum mewakili untuk dijadikan pilihannya.
Menyikapi hal itu, Taufiqurrahman sendiri mengharapkan agar Brebes bisa mempunyai figur bakal calon seperti Djokowi dalam Pilkada nanti.
Diketahui, Djokowi adalah Walikota Solo yang saat ini dicalonkan oleh DPP PDI Perjuangan untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Di mata masyarakat Solo sendiri, dia adalah seorang pemimpin yang benar-benar kehadirannya disukai masyarakatnya. Maka, tak heran jika Djokowi dilirik oleh Partai berlambang banteng moncong putih itu, untuk bisa bersaing dalam Pilgub DKI Jakarta.
"Apalagi Djokowi berangkat dari seorang pedagang. Jadi, dia bisa memahami semua keinginan rakyatnya sendiri. Jika di Brebes ada figur yang seperti Djokowi, kemungkinan Brebes yang selama ini dianggap banyak orang masih tertinggal jauh degan Kabupaten/Kota lain, kedepan akan bisa mengalai perubahan yang lebih maju lagi," ujar Taufiqurrahman dalam diskusinya bersama LSM Gebrak tersebut.
Sementara itu, Koordinator Badan LSM Gebrak Darwanto, menilai meski sudah terdapat dua bakal calon incumbent serta bakal calon lainnya yang akan maju dalam Pilkada, namun belum dikatakan sebagai figur seperti Djokowi.
Karena itu, pihaknya berharap agar Pilkada Brebes nanti, ada bakal calon pemimpin alternatif yang berani tampil. "Entah itu dari kalagan partai politik (parpol) maupun yang diusung dari jalur independent, yang berkomitmen tidak akan melakukan korupsi," paparnya.
Kalaupun, kata Darwanto, nanti muncul figur calon pemimpin yang berani untuk tidak melakukan korupsi, kemudian terpilih, tapi ditengah-tengah perjalanannya ternyata tersandung dalam kasus korupsi, maka pemimpin itu harus berani mundur dari jabatan bupatinya.
"Sebab, kalau Kabupaten Brebes ingin maju, ya itu harus berani tidak melakukan korupsi. Apalagi menyalahgunakan wewenang jabatannya itu sendiri," tandas Darwanto.