Jembatan Sungai Keruh Bumiayu Terancam Putus
AB-Abu Alliya
Senin, 01/02/2010, 19:30:00 WIB

Sayap jembatan Sungai Keruh Jalan Lingkar Bumiayu ambrol (FT: Abu Aliya)

PanturaNews (Bumiayu) - Jembatan Sungai Keruh di Jalan Lingkar Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah terancam putus. Pasalnya, salah satu sayap jembatan di sebelah Utara telah ambrol diterjang arus sungai. Pada Senin 01 Pebruri 2010 di lokasi telah dipasang tanda peringatan, agar pengguna jalan berhati-hati saat melintasinyanya.

Informasi yang diperoleh, sayap jembatan ambrol setelah diterjang arus deras sungai saat hujan deras pada Minggu 31 Januari 2010 malam.  "Ambrol Minggu malam mas, ketika turun hujan deras," kata Samsudin (35) warga yang tinggal tak jauh dari lokasi jembatan.

Jika tidak ada penanganan segera, ambrolnya sayap jembatan tersebut dikawatirkan dapat mengancam keselamatan jembatan di jalan yang cukup vital itu. Mengingat pondasi jembatan juga telah mulai tergerus oleh arus sungai. "Kalau terjadi hujan deras lagi, arus sungai bisa menrjang fondasi jembatan," tutur Samsudin.

Staf Bina Marga Kantor UPT PU dan Tata Ruang Wilayah Bumiayu, Imam Riyadi ketika dihubungi membenarkan kejadian itu. Menurutnya, selain sayapnya ambrol, pondasi jembatan juga terancam keselamatannya. "Bagian pondasi sebelah utara telah berongga, jika diterjang arus deras lagi bisa berakibat fatal," katanya.

Imam menuturkan, kondisi sungai keruh kini makin melebar, bahkan lebih lebar dari bentangan jembatan itu sendiri. Kondisi itu sangat tidak cocok bagi sebuah jembatan, karena pondasinya akan selalu terkena terjangan arus deras saat turun hujan. "Terjadi pelebaran sungai dan alirannya menerjang pondasi, itu sangat berbahaya," ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Brebes, Ir Heru Pratisto mengatakan, salah satu faktor terjadinya pelebaran sungai karena adanya aktivitas penambangan liar di bawah jembatan dengan panjang bentangan 60 meter dan lebar 10 meter itu. "Semestinya tidak ada penambangan di sekitar jembatan karena sangat berbahaya bagi keselamatan jembatan," katanya saat ditemui usai mendampingi kunjungan Bupati Brebes H Indra Kusma SSos ke Bumiayu, Senin 01 Februari 2010.

Upaya melarang aktivitas penambangan itu juga telah dilakukan oleh dinas terkait, tetapi warga tetap membandel. "Memang kalau sudah urusan perut sulit untuk melarangnya, maka tinggal kesadaran dari warga itu sendiri," kata Heru.

Jalan Lingkar Bumiayu dibangun yang dibangun sekitar tahun 2004 lalu itu dimaksudkan untuk mengatasi keruwetan dan kemacetan lalulintas di kota Bumiayu. Karenanya jika Jembatan Kali Keruh itu putus dan lalu lintas kembali dialihkan ke jalur kota, dipastikan akan kembali semrawut.

Masih menurut Heru, jalan Lingkar Bumiayu, meskipun jalan kabupaten, pemanfaatannya sama dengan jalan nasional. Pemkab Brebes juga telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk menjadi jalan nasional, tapi hingga kini belum terealisasi. "Sudah lama diusulkan tapi hingga kini belum terwujud," ucapnya.