![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya 7000 lebih masyarakat lanjut usia (lansia), belum terlayani secara baik melalui kebijakan program yang digulirkan pemerintah. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus sejumlah kalangan.
Di Kota Tegal, Jawa Tengah, untuk saat ini tercatat 12.128 jiwa warga yang masuk katagori lansia. Namun dari jumlah tersebut, baru sekitar 3.400 jiwa yang mendapatkan pelayanan maksimal melalui kebijakan program pembangunan yang digulirkan Pemkot Tegal.
Demikian disampaikan Wakil Walikota Tegal yang sekaligus Ketua Komisi Daerah (Komda) Lansia Kota Tegal, H Habib Ali Zaenal Abidin SE, Selasa 08 Mei 2012.
“Jumlah lansia di Kota Tegal mencapai 12.128 orang. Dari jumlah ini, hanya 3.400 orang saja yang bisa terlayani oleh program-program Pemkot Tegal. Sedangkan sisanya, lebih dari 7000 orang lansia belum terlayani maksimal,” kata Habib.
Menurut Habib, mulai tahun ini Pemkot Tegal akan mewujudkan program Ramah Lansia dengan cara lebih meningkatkan pelayanan kepada lansia, khususnya dalam bidang kesehatan atau pelayanan publik. Kota ramah lansia, menurut Habib adalah kota yang memberikan pelayanan khusus pada orang-orang berusia lanjut.
Hal itu dicontohkan pada pelayanan kesehatan bagi lansia di puskesmas Kecamatan Margadana. Di Puskesmas Margadana, sistem pelayanan bagi lansia dilakukan dengan cara khusus, seperti penyediaan ruang tersendiri atau terpisah dengan pelayanan umum.
“Kedepan pelayanan kesehatan bagi lansia tidak hanya diterapkan di puskesmas Margadana, tetapi juga diseluruh puskesmas di wilayah Kota Tegal. Selain itu, fasilitas publik seperti taman kota, alun-alun dan kantor-kantor bank juga bisa memberikan ruang tersendiri bagi lansia dan penyandang cacat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tegal, Yuli Prasetya menyatakan, untuk pelayanan khusus bagi lansia sudah dilakukannya secara bertahap, seperti penyediaan 111 posyandu khusus lansia yang tersebar di Kota Tegal. Melalui posyandu, diharapkan bisa memberikan pelayanan kesehatan maksimal.
“Selain itu, Pemkot Tegal juga memberikan bantuan bagi orang - orang lanjut usia yang dirawat di panti jompo brebes, dengan nilai anggaran Rp 32 juta per tahun. Demikian juga dengan bantuan sembako bagi lansia melalui Dinsosnakertrans setiap tahunnya,” tandas Yuli.