![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Ratusan warga Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyegel paksa sumur bor milik PDAM Brebes yang berada di belakang Kantor Kecamatan Tanjung. Penutupan paksa sumur bor itu, saat warga Desa Tanjung beraudiensi bersama perwakilan PDAM Brebes di aula Kecamatan Tanjung, Senin 30 April 2012.
Koordinator Warga, Herdi (40) mengatakan, penutupan paksa sumur bor itu dilakukan karena warga menjadi kesulitan mendapatkan air. Sumur milik warga yang biasanya masih mengeluarkan air, kini mendadak kering. Bahkan, dampaknya tidak hanya dirasakan warga di sekitar lokasi sumur bor PDAM, tetapi sudah mencapai desa lainnya dengan radius dua kilometer.
"Ini yang menjadi alasan kami menolak adanya sumur bor PDAM di desa kami. Kami sebenarnya tidak menolak PDAM, kami hanya keberatan adanya sumur bor itu," tegas Herdi.
Menurut dia, sudah dua minggu terakhir warga kesulitan mendapatkan air. Hal itu berimbas terhadap aktifitas warga yang menjadi terganggu. Anak-anak juga kesulitan mandi untuk berangkat sekolah.
"Tak hanya itu, warga yang membuka usaha kecil juga terkena dampaknya. Mereka kesulitan mendapatkan air, sehingga usahanya terpaksa tutup," terangnya.
Menyikapi hal tersebut, Plt Direktur PDAM Brebes, Sri Tono melalui Humas PDAM Brebes, Anom Budiono mengatakan, pihaknya terpaksa menghentikan operasi sumur bom yang berfungsi untuk mensuplai 800 pelangan PDAM di wilayah Kecamatan Tanjung tersebut, mengingat melihat kondisi warga sekitar yang menolaknya.
"Padahal, keberadaan sumur bor itu tidak akan menggangu sumber air warga. Tapi, kami akan mengevaluasi masalah ini," terangnya
Menurutnya, tanpa adanya desakan warga, PDAM sendiri juga bersedia menghentikan operasi sumur ketika musim kemarau.