![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Dampak dan penyebab utama pemanasan global atau naiknya suhu permukaan bumi, menjadi bahasan utama pada Reses I Masa Persidangan I Tahun 2012 Anggota DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, Dapil Tegal Selatan dari Fraksi PKS, Rofii Ali, S.Si yang digelar di Jalan Merpati di halaman SDN Randugunting 6 Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis 26 April 2012 sore.
Dengan menggunakan slide, Rofii menjelaskan bahwa penyebab utama pemanasan global adalah gas rumah kaca atau CO2, CH4, NO yang dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan baker fosil pada kendaraan bermotor, pabrik, pembangkit tenaga listrik dan lainnya.
“Kontribisi terbesar pemanasan global saat ini karbon diaksoda, metana yang dihasilkan agrikultir dan peternakan, terutama dari system pecernaan hewan dan gas yang digunakan untuk kulkas. Selain itu, pemanasan global juga disebabkan oleh penggundulan hutan,” tutur Rofii Ali yang didampingi Lurah Randugunting, Yusmana SH dan Ketua DPD PKS Kota Tegal, Amirudin Lc.
Sementara pada sesi penyampaian aspirasi, Purwanto, warga Kelurahan Tunon mengeluhkan soal tingginya biaya perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP), dan banyaknya persyaratan yang berbelit-belit. Untuk persoalan ini, Rofii Ali akan menyikapinya.
Sedangkan aspirasi yang disampaikan Iwan Purwanto, warga Kelurahan Randugunting, adalah soal jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Menurut dia, bagi warga yang belum punya Jamkesda, jika sedang menjalani perawatan di rumah sakit harus menaruh uang jaminan atau titip uang untuk pembelian obat.
Atas persoalan itu Rofii Ali menyarankan warga untuk berobat ke Puskesmas dulu, dan bagi warga yang belum memiliki Jamkesda untuk segera mengurusnya. Rofii Ali juga menjelaskan tentang syarat-syarat untuk berobat gratis di RSUD Kardinah.
Dijelaskan untuk berobat gratis, pasien adalah warga Kota Tegal yang tidak mampu. Pasien harus dirawat di RSUD Kardinah, dengan menyerahkan foto copi surat rawat inap dari dokter, dan disertakan foto copi kartu keluarga, foto copi KTP yang semuanya diserahkan kepada ASKES RSUD Kardinah.
Selanjutnya, selain ada warga yang menanyakan soal dana santunan kematian, satu pertanyaan yang menarik dari warga Randugunting, Mukrodi. Dia mengeluhkan soal biaya pemakaman di Pemakaman Cleret Kelurahan Randugunting, Tegal Selatan yang mencapai Rp 500 ribu. Biaya sebesar itu tentunya sangat memberatkan bagi warga tidak mampu.
Untuk persoalan keluhan biaya pemakaman itu, Kepala Kelurahan Randugunting, Yusmana SH menegaskan akan meninjau ulang besarnya biaya pemakaman itu. Menurutnya, bagi warga yang benar-benar tidak mampu dan ada surat keterangan dari RT/RW, hanya akan dikenakan biaya penggalian saja, tapi lokasi tidak bisa memilih.