Hari Kartini Datangkan Berkah Bagi Perajin Sanggul
TK-Takwo Heriyanto
Minggu, 22/04/2012, 06:58:32 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, selama ini memang dikenal sebagai sentra peranjin sanggul di Kabupaten Brebes. Di Kelurahan itu terdapat puluhan peranjin sanggul. Produksi mereka selama ini tidak hanya dijual untuk masyarakat sekitar, tetapi juga dipasarkan di sejumlah kota besar di Indonesia.

Apalagi pada peringatan Hari Kartini, bisa dikatakan mendatangkan berkah tersendiri bagi para perajin sanggul di Kelurahan tersebut. Mereka kebanjiran order pembuatan sanggul dari berbagai kota. Bahkan, permintaan pesanan sanggul meningkat hampir 50 persen dari hari-hari biasa.  

Umi (38), salah satu perajin sanggul, mengatakan, kenaikan permintaan sanggul itu sudah mulai dirasakan sebulan sebelum Hari Kartini. Kondisi demikian hampir setiap tahun terjadi. Karenanya, perajin sudah jauh hari mempersipakan bahan baku.

"Kalau proses pembuatan sanggul ini terbilang mudah. Limbah rambut awalnya disterilkan dengan dicuci dan direbus. Kemudian, bahan baku dipilah dan dirapikan , setelah itu baru diproses untuk dibuat sanggul," ujar Umi saat dikonfirmasi, Minggu 22 April 2012.

Junaenah (40), perajin sanggul lainnya, mengatakan, selama menjelang peringatan Hari Kartini, permintaan memang mengalami peningkatan tajam. Saat kondisi normal, dalam seminggu ia paling banyak menjual antara 500 - 600 buah sanggul. Namun, kini naik hingga 800 sanggul per minggu.

"Permintaan ini berasal dari beberapa kota di pulau jawa dan luar jawa. Mereka biasanya pesan ke kami satu bulan sebelum Hari Kartini," terangnya.

Dia mengatakan, perajin di wilayahnya memproduksi berbagai jenis sanggul. Di antaranya, sanggul Jawa, Sunda dan Dewi Kumbang. Selain itu, berbagai model sanggul lainnya juga diproduksi. Yakni, sanggul yang dipakai para artis, seperti Bunga Citar Lestari maupun Manohara. "Jenis sanggul ini yang banyak diminati," katanya

Dia mengungkapkan, sanggul yang diproduksi itu terbuat dari rambut asli. Bahan baku itu didapat limbah salon atau tempat potong rambut. Sisa rambut tersebut dikumpulkan dan diolah kembali untuk membuat sanggul. "Kami para perajin biasanya memperoleh limbah rambut manusia ini dari Tangerang," paparnya.