Sumur Warga Kering, Sumber Air PDAM Diprotes
TK-Takwo Heriyanto
Rabu, 18/04/2012, 10:07:46 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Keberadaan sumber air bersih yang berasal dari PDAM Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diprotes warga Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Pasalnya, sumber air bersih yang berada di belakang kantor Kecamatan Tanjung tersebut, dinilai telah merugikan warga setempat, khususya warga di klompek Perumahan Asri.

Ajis Moeslim, salah seorang warga sekitar, saat dikonfirmasi PanturaNews, Rabu 18 April 2012, mengaku kalau sejumlah warga komplek Perumahan Asri Desa Tanjung, kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab, sumur atau sumur bor yang selama ini biasa digunakan untuk konsumsi maupun kebutuhan sehari-hari, ternyata mengalami kekeringan.

"Warga menduga kekeringan pada sumur yang dimilikinya itu, akibat adanya sumber air bersih milik PDAM," ujarnya.

Terpisah, Plt Direktur PDAM Kabupaten Brebes, Sri Tono AP ST, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, mengaku keberadaan sumber air bersih yang ada di belakang Kantor Kecamatan Tanjung atau disekitar lokasi komplek Perumahan Asri Desa Tanjung itu, selama ini belum dioperasionalkan atau difungsikan.

Menurutnya, ada sejumlah warga di komplek Perumahan Asri Desa Tanjung, yang memang sudah memasang pipa untuk penyaluran air bersih. Namun penyaluran air bersih itu, tidak berasal dari sumber air bersih yang ada disekitar komplek perumahan itu. Melainkan berasal dari sumber air yang ada di wilayah Kecamatan Kersana.

"Persoalan adanya kesulitan air bersih di komplek perumahan Asri Desa Tanjung, saya rasa, karena pengaruh dari keberadaan sumur atau sumur bor milik warga tersebut. Kalau sumur secara bersamaan digunakan warga, otomatis akan terjadi tarik menarik air di dalam tanah karena jaraknya yang cukup berdekatan," terangnya.

Meski begitu, pihaknya berharap kepada warga komplek Perumahan Asri Desa Tanjung yang belum memasang sambungan pipa air PDAM, agar mengajukan. Tujuannya adalah agar nantinya warga bisa mendapatkan air bersih dari PDAM yang dalam waktu dekat akan segera disosialisasikan.

"Untuk biaya pemasangan pipa, Insya Allah tidak begitu mahal dari sebelumnya yang berkisar Rp 1,5 juta," tandasnya.