![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Petani di Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, patut berbangga setelah di persawahan wilayah itu dilakukan uji coba penanaman benih padi Mari Sejahterakan Petani (MSP) yang dibudidayakan PDI Perjuangan. Pasalnya, sudah sejak lama para petani setempat menginginkan benih padi MSP.
Anggota Departemen Pertanian DPP PDI Perjuangan, Damayanti Wisnu Putranti SIP yang didampingi Wakil Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti dan suami, kader PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulakamba dan pengurus Ranting, melakukan penanaman padi MSP di Bandar Desa Pakijangan, Minggu 15 April 2012 siang.
“Departemen Pertanian DPP PDI Perjuangan akan terus mengembangkan padi MSP untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Setelah melakukan uji coba di beberapa wilayah, terbukti padi jenis MSP hasilnya diatas rata-rata hasil panen padi jenis lainnya,” kata Damayanti.
Sementara Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Adhi Syafrudin mengatakan, uji coba penanaman benih padi MSP dilakukan di lahan setengah bau milik Sekretaris Kelompok Tani Sumber Tani Arta Desa Pakijangan, Apandi. Penanaman yang langsung dilakukan oleh Ibu Damayanti itu, mendapat sambutan baik dari para petani setempat.
“Sebenarnya para petani sudah sejak lama menginkan menanam padi MSP, tapi tidak bisa mendapatkan benihnya. Karena benih padi MSP tidak diperjual belikan, maka hasil panen ini akan dijadikan benih dan dibagikan kepada petani,” ujar Adhi.
Sebelumnya, Damayanti Wisnu Putranti melakukan panen perdana padi MSP di areal persawahan Blok RW 2 Kelurahan Randugunting, Kota Tegal, Jawa Tengah.
Menurutnya, keunggulan lain yang dimiliki padi dari benih MSP adalah bulir gabah yang dihasilkan dalam satu malay, lebih banyak dari bulir padi yang dihasilkan oleh padi dari jenis biasa. Di sisi lain, padi MSP memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh jenis padi lain, yaitu batang pohon yang kokoh, helai daun yang lebar dan tahan terhadap serangan hama.
“Gabah yang dihasilkan oleh padi jenis MSP benar-benar mampu mensejahterakan petani. Soalnya, gabah yang dihasilkan jumlahnya bisa dua kali lipat dari biasanya,” ujar Damayanti.
Padi jenis Mari Sejahterakan Petani (MSP) yang dikembangkan DPP PDI Perjuangan, bisa menghasilkan 11 sampai 14 ton gabah kering panen per hektar, jauh diatas rata-rata produksi jenis bibit padi lainnya, bahkan diatas padi jenis hibrida sekalipun, dengan usia tanam 105 sampai 110 hari setelah semai (hss) dan usia tanam 90 sampai 95 hss.