Kader Minta Idza Agar Tak Berpasangan Dengan Suporo
TK-Takwo Heriyanto
Kamis, 12/04/2012, 05:52:38 WIB

Ilustrasi Hj. Idza Priyanti

PanturaNews (Brebes) - Pencalonan Hj. Idza Priyanti AMd menjadi calon bupati (Cabup) atau G1 untuk Pemilukada Brebes, Jawa Tengah, terancam mendapat kecaman dari para Pengurus Anak Cabang (PAC), maupun anak ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ancaman itu menyusul adanya isu yang berkembang di kalangan internal partai berlambang moncong putih itu, jika rekomendasi penugasan dari DPP PDI Perjuangan turun ke tangan Idza yang akan berdampingan dengan mantan camat, yakni Drs. Suporo yang menjadi pilihannya. Sementara dari para pendukung Idza yang merupakan kader PDI Perjuangan ini, menghendaki agar memilih pasangan selain Suporo.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulakamba, Adi Syafrudin saat dikonfirmasi PanturaNews, Kamis 12 April 2012, mengatakan mengenai pasangan adalah hak preogatifnya Idza yang saat ini menjabat Wakil Bupati Brebes untuk memilih pendampingnya.

Namun demikian, Adi selaku kader PDI Perjuangan berharap jika rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan itu turun ke tangan Idza, agar memilih pendamping dari kalangan struktural partainya.

"Atau juga yang berasal dari para peserta penjaringan bakal cabup dan cawabup, tapi yang berasal dari kader PDI Perjuangan maupun struktural," ujar Adi Syafrudin.

Ini artinya, lanjut Adi, agar dalam menghadapi Pemilukada nanti, tidak perlu menjalin koalisi. Sebab melihat penngalaman pada Pemilukada tahun 2007 lalu, PDI Perjuangan yang saat itu mengusung H. Indra Kusuma berpasangan dengan H. Agung Widyantoro, dapat memenangkan Pemilukada.

"Meskipun, Agung adalah politisi Golkar, tapi saat pencalonannya dulu tidak diusung dari Partai Golkar itu sendiri," paparnya.

Menyikapi hal itu, Suporo mengatakan dirinya tidak ambil pusing atas adanya isu yang akan digandeng dengan Hj. Idza Priyanti menjadi calon wakil bupatinya. "Kalau isu soal itu, ya biar sajalah. Namanya saja isu. Lagi pula rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk Bu Idza kan belum turun. Bagaimana saya mau menanggapinya," ungkap Suporo.

Sementara itu, Hj. Idza Priyanti saat akan dikonfirmasi belum bisa temui. Saat mencoba menghubungi lewat telepon selulernya, juga belum ada respon, meski nomor yang dihubunginya aktif.