![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Akibat kelangkaan gas Elpiji berisi 3 kilogram (Kg) yang terjadi dibeberapa wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah sejak sepekan lalu, sejumlah pengusaha mulai kelimpungan. Pasalnya, jika gas Elpiji yang selama ini dijadikan sebagai bahan pengganti minyak tanah terus terjadi kelangkaan, maka akan semakin berdampak pada kerugian ekonomi.
"Ya jelas dong. Kalau gas Elpiji 3 Kg mengalami kelangkaan secara terus menerus, pasti akan berdampak pada kerugian ekonomi," kata Darno (55), salah seorang pengusaha tempe, asal warga Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, saat dikonfirmasi PanturaNews, Rabu 11 April 2012 di kediamannya.
Dia menjelaskan, dalam setiap harinya biasa memproduksi tempe menghabiskan sebanyak 25 Kg kedelai, dengan penggunaan gas Elpiji 3 Kg dalam waktu pakai untuk dua hari saja. Namun karena stok gas Elpiji 3 kg, baik yang dipasok dari tingkat pangkalan, agen hingga ke tingkat pengecer ini, masih sulit didapatkan maka mau tidak mau pihaknya rela harus memburu gas Elpiji di daerah yang jauh dijangkau.
"Ini demi untuk mendapatkan gas, walaupun harganya naik. Kalau tidak begitu, bagaimana nanti saya bisa memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-harinya," ujar Darno.
Diakuinya, pada Senin 09 April 2012 lalu, gas Elpiji yang biasa digunakan untuk memproduksi tempe sudah habis. Namun untuk bisa mendapatkan gas lagi, dia mangaku harus kesana kemari mencarinya.
"Tapi pas begitu dapat gas, harganya mencapai Rp 18.500. Meskipun sebelum gas langka harganya hanya Rp 16.000. Itu saya dapat di salah satu desa di Kecamatan Banjarharjo yang hampir berdekatan dengan wilayah Jawa Barat," terangnya.
Padahal, menurutnya, meski dirinya tahu bahwa harga eceran tertinggi (HET) untuk gas Elpiji 3 Kg sebesar Rp 12.500, namun dia tidak mempersoalkan karena yang penting mendapatkan gas Elpiji 3 Kg ini.
Sebelumnya Kasubag Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bagian Perekonomian Setda Pemkab Brebes, Drs Ratim, membenarkan kalau di beberapa kecamatan di wilayahnya, kini mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kg. Itu terjadi sebagai dampak diberlakukannya pembatasan kuota di sejumlah wilayah, sesuai penetapan kuota Nasional.
Menurutnya, salah satu daerah yang dikurangi kuotannya adalah Jawa Barat (Jabar). Kondisi itu bepengaruh di beberapa kecamatan di Brebes, Jawa Tengah, yang berbatasan dengan Jabar. Sebab, selama ini banyak gas 3 kg dari wilayah itu masuk Brebes. Namun, setelah kuota dibatasi sehingga mengalami kekurangan. "Padahal kuoata di Brebes sendiri belum bisa mencukupi," terangnya.