![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Tim dari The United Nations Children’s Fund (Unicef) perwakilan Jakarta, memuji visi kebijakan Bupati Brebes, Jawa Tengah, yang berpihak kepada anak. Itu terlihat dari berbagai program yang ada, menunjukan perhatian yang penuh kepada penghargaan hak-hak anak. Hanya saja belum dilakukan secara integral.
Hal tersebut disampaikan Education Specialist Unicef, Spira Yona Utoyo usai melakukan audiensi dengan Bupati Brebes, H Agung Widyantoro SH MSi di Pendopo Kabupaten Brebess, Selasa 10 April 2012.
Untuk itu, dia berharap ada penataan yang integral sehingga terbangun sinergisitas dari berbagai elemen. “Pendidikan Usia Dini (Paud) misalnya, berdiri di mana-mana tetapi masih berjalan sendiri-sendiri,” terangnya.
Pendirian Paud, menurutnya, perlu diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan, pos yandu, dan kegiatan lain yang mendukung tumbuh kembang anak. Agar tercapai sinergitas, maka Unicef memandang perlu memberikan penawaran kerja sama dengan melakukan lawatan kunjungan ke Brebes. Tim Unicef ingin melihat potensi dan kendala angka partisipasi kasar (APK) Paud di Brebes.
Termasuk mengajak masyarakat, dunia usaha dan dunia industri untuk saling bergandeng tangan memperhatikan kelayakan hidup anak. Tingkat APK nasional secara riil baru mencapai 11 prosen dari target 30 prosen. Di tahun 2014, diharapkan bisa mencapai 70 prosen. “Kita harus dorong terus masyarakat dan pengusaha lokal,” terangnya.
Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi berterima kasih kepada UNICEF yang ikut memperhatikan anak-anak Brebes. Menurutnya, Kabupaten Brebes dalam pembangunannya senantiasa memperhatikan hak-hak anak. Bukan untuk memanjakan anak, tetapi memberikan penghargaan yang layak bagi anak. Ibarat kertas putih, anak perlu mendapatkan tinta emas untuk menorehkan prestasi yang berkualitas.
Dari anak sebelum lahir dengan pelayanan jampersal, pelayanan posyandu dalam masa pertumbuhan, program beasiswa untuk kelanjutan pendidikan dan kartu berobat dan layanan kesehatan lainnya untuk menjaga kesehatan dan lain-lain.
“Yang lebih utama dari program kami, adalah membentuk moral force (mengubah prilaku moralitas, red). Sehingga terjadi pembiasaan yang positif dalam kehidupannya sehari-hari,” papar Bupati.
Usai melakukan audinse, Tim Unicef yang terdiri dari Regi Wirawan (communication officer), Charlie Hartomo (Corporate Foundating officer), Iwan Hasan ( 4D Specialist), Anna Winoto (Social Policy Specialist), Spira Yana Utoyo (Education Specialist) dan Widodo (Education Specialist) meninjau Paud dan Pos Yandu Mawar Putih Desa Kertasinduyasa Kec Jatibarang.
Paud tersebut telah menerapkan Paud Integral. Atas prestasinya, Unicef memberikan bantuan stimulant sebanyak Rp 5 juta untuk pengembangannya. Kepala Desa (Kades) Kertasinduyasa, Kecamatan Jatibarang, H Sugeng Hadi Pamudji MBA mengaku bangga atas penghargaan yang telah diberikan oleh Unicef. Sehingga dirinya berjanji akan terus meningkatkan Paud yang dikelola oleh ibu-ibu PKK desa tersebut.