Ulama Pesantren Harapkan Pemimpin Yang Lebih Baik
ZM-Zaenal Muttaqin
Rabu, 11/04/2012, 03:22:11 WIB

Akomadhien Shofa

PanturaNews (Brebes) - Pesta demokrasi untuk memilih pemimpin Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Pemilukada akan digelar pada 07 Oktober 2012 mendatang. Meski begitu, sepertiya greget masyarakat untuk bisa mendapat pemimpin yang ideal dan mampu membawa Brebes menjadi lebih baik sangat kurang.

Demikian diungkapkan oleh tokoh dan salah satu pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Alhikmah 1 Sirampog, Kabupaten Brebes, H. Akomadhien Shofa.

"Gregetnya sangat rendah, kepedulian masyarakat belum nampak, padahal kita akan memilih calon pemimpin yang bisa membangun Brebes ke depan," katanya kepada PanturaNews.Com, Selasa 11 April 2012.

Bagi kalangan Pondok Pesantren, sangat berharap pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) nanti, dapat muncul calon-calon yang representatif dan layak jadi pemimpin. Sebab, nantinya siapapun yang terpilih akan menghadapi berjuta masalah yang harus diselesaikan.

"Masyarakat berharap pemimpin Brebes kedepan, adalah yang bisa menyelesaikan masalah, bukan cuma bisa mengumbar janji saja," ujar Akomadhien.

Dikatakan, untuk maksud tersebut dan sebagai bentuk kepedulian pesantren pada nasib rakyat Brebes, akan digelar sarasehan Pemilukada Brebes Dalam Prespektif Ulama. Sarasehan bertema mencari calon bupati Brebes yang ideal.

"Ini merupakan murni keinginan ulama pesantren dan tidak ada tendensi politik," tutur Akomadhien.

Ada kekawatiran, jika nantinya yang muncul adalah calon yang menurut penilaian masyarakat adalah orang yang tidak memiliki kemampuan, akan terjadi golput. Kondisi itu yang sangat tidak diharapkan, karenanya pesantren dan ulama sangat berharap pada saresahan yang rencana digelar tanggal 22 April 2012 mendatang bisa membuahkan hasil yang positif.

"Sekali lagi sarasehan ini bentuk kepedulian pesantren untuk kebaikan Brebes kedepan, bukan tujuan politik dan yang akan kami undang juga dari kalangan ulama pesantren, imam masjid dan mushola serta tokoh masyakat lainnya," pungkas Akomadhien.