![]() |
|
|
PanturaNews (Jakarta) - Antisipasi perbedaan harga jual gas elpiji, terutama tabung ukuran 3 kilogram (Kg), pemerintah daerah diminta bersinergi dengan PT Pertamina (Persero) untuk realisasi pembangunan stasiun pengisian bulk dan elpiji (SPBE). Sehingga SPBE bisa dibangun secara merata di seluruh kabupaten dan kota.
Demikian dikatakan anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, M.Si kepada PanturaNews, Senin 09 April 2012 siang. Menurutnya, saat ini perbedaan harga antara satu daerah dengan lainnya cukup signifikan, meskipun masih dalam satu provinsi.
"Perbedaan harga itu terjadi karena biaya transportasi yang dimasukan dalam komponen harga tabung das elpiji 3 kilogram," ujar kandidat Doktor administrasi dan kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) ini.
Dikatakan Dewi, jika SPBE bisa dibangun di setiap kabupaten dan kota secara merata, maka harga jual gas elpiji 3 Kg yang ditetapkan tidak akan berbeda jauh. Namun masalah pasokan elpiji juga diperhitungkan oleh Pertamina, sehingga tidak membebani ke depannya.
"Yang penting persiapan dari hulu ke hilir. Jangan sampai SPBE jadi tidak produktif, karena pasokan gas tidak dijamin," tuturnya.
Dijelaskan, distribusi sumber gas di hulu bisa direalisasikan sesuai dengan strategi pemerintah, yakni untuk meningkatkan penggunaan gas di dalam negeri. Sedangkan di sisi hilir, pengawasan distribusi gas hingga di SPBE, harus maksimal serta merata tanpa ada unsur monopoli.