![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Polder Bayeman yang dibangun dengan anggaran mencapai miliar rupiah, hingga kini belum berfungsi maksimal. Karena itu, DPRD meminta Pemkot Tegal untuk segera mengatasi masalah polder yang terletak di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah itu.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi Partai Golkar, Eny Yuningsih SH, Minggu 08 April 2012.
Menurut Eny, polder yang dibangun di wilayah tersebut dengan tujuan untuk mengatasi banjir yang biasa terjadi pada saat musim penghujan. Selain itu, juga difungsikan sebgai tempat penampungan air untuk mengairi areal persawahan di sekitarnya. "Kami berharap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bisa memfungsikan polder sesuai dengan tujuan awal," katanya.
Anggota Komisi III DPRD lainnya, Rofi'i Ali S.Si menambahkan, dari pantauannya tanggul polder banyak yang tergerus air hujan, sehingga longsor ke kolam polder. Kondisi demikian, apabila tidak segera ditanggulangi akan menyebabkan kerusakan semakin parah, sehingga tingkat sedimentasi semakin tinggi.
"Kami sangat menyayangkan dalam proses pembangunan tanggul polder tidak dilakukan secara maksimal. Akibatnya, ketika terjadi hujan lebat tanggul tergerus air sehingga semakin lama kedalaman polder akan semakin dangkal," katanya.
Kepala DPU Kota Tegal, Ir Gito Musriyono mengatakan, terkait adanya kerusakan tersebut pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera melakukan penanganan. Menurut dia, agar tanggul polder tidak tergerus air seharusnya dilakukan penanaman rumput atau pemasangan kawat bronjong. Namun, upaya itu belum bisa dilakukan karena keterbatasan dana.
Gito mengemukakan, untuk saat ini sedang dilakukan pekerjaan lanjutan untuk pembangunan polder dengan menggunakan anggaran pemeliharaan. Yakni, untuk pekerjaan pembangunan saluran pembuangan. Untuk proses pembangunan polder dilakukan selama tiga tahap, yaitu pada tahap pertama tahun 2009 dengan anggaran Rp 1,9 miliar, tahun 2010 proyek tersebut dilanjutkan kembali dengan dana mencapai lebih Rp 700 juta dan tahap ketiga tahun 2011 mencapai Rp 3,4 miliar.
"Untuk pekerjaan tahap ketiga yaitu pengerukan dan penambahan sarana prasarana, seperti kolam limpasan dan pompa air," katanya