![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Sejumlah tokoh masyarakat Kelurahan Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah, mengaku resah dengan aktifitas perjudian terselubung yang kerap terjadi di tengah keramaian Pasar Malam yang berada di lapangan sepak bola Tegal Selatan.
Ironisnya, aksi perjudian dadu kopyok yang digelar hampir setiap malam itu, tidak mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian maupun Koramil setempat. Demikian dikatakan anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Rofii Ali S.si, Kamis 05 April 2012.
Menurut Rofii, masyarakat di lingkungan lapangan sepak bola Tegal Selatan tidak hanya mengeluhkan soal maraknya perjudian, selain itu mereka juga mengeluhkan aktifitas sebagian remaja dan pemuda yang bebas bermabuk-mabukan, dan bercecerannya kotoran manusia di selokan-selokan seputar lapangan serta selokan ruas jalan umum.
“Sungguh ini suatu kejadian yang sangat menyedihkan, dimana persis di jantung kota kecamatan disuguhkan suatu hiburan, perjudian yang menyusup ke dalam arena hiburan umum dan ironisnya tanpa ada perhatian dari pihak-pihak berwenang atau para aparat penegak hukum itu sengaja tutup mata?,” kata Rofii.
Lebih jauh Rofii mengatakan, Pemkot Tegal selaku penanggungjawab terselenggaranya acara pasar malam yang dikemas dalam tema Pasar Rakyat itu harus konsekuen untuk mensterilkan arena Pasar Rakyat dari ajang perjudian yang terselubung maupun terang-terangan terjadi di lingkungan arena Pasar Rakyat.
“Ya Pemkot lah yang harus bertanggungjawab, karena arena Pasar Rakyat itu kan terselenggara dalam rangka HUT Kota Tegal yang jatuh pada 12 April mendatang. Pasar Rakyat yang dimulai sejak 24 Maret dan berakhir 8 April nanti itu, ternyata tidak banyak memberi manfaat positif bagi masyarakat. Karena keramaian itu digelar tanpa terkonsep dengan baik, buktinya seperti yang sudah-sudah, masih tetap saja tidak steril dari kemaksiatan,” ujarnya.
Ditambahkan, pengurus Masjid yang ada disebelah barat pasar malam juga merasa terganggu ketika masuk waktu-waktu sholat dengan kebisingan serta kesemrawutan yang ada disekitar pasar malam. Sebagian warga lain juga merasa keberatan karena dalam waktu minggu-minggu ini anak sekolah banyak yang lagi melaksanakan kegiatan try out guna membantu kemampuan dalam menghadapi ujian nasional.
“Saya meminta kepada aparat keamanan setempat untuk bisa membersihkan dan menertibkan pasar malam tersebut dari praktek perjudian serta mabuk-mabukan mengingat sudah meresahkan masyarakat sekitar juga sangat tidak etis karena berhadapan dengan Masjid Besar , kantor Kecamatan Tegal Selatan dan Koramil,” tandasnya.