Mahasiswa-Tukang Becak Tolak Kenaikan Harga BBM
JAY-Riyanto Jayeng
Jumat, 16/03/2012, 07:36:46 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), puluhan mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal yang tergabung dalam Forum Pemberdayaan Mahasiswa dan Masyarakat (FPMM) bersama Paguyuban Pekerja Penarik Becak Halmahera (PPPB), menggelar demo di halaman Kantor DPRD Kota Tegal, Jumat 16 Maret 2012.

Demo dimulai dari Kampus UPS Tegal, kemudian sebagian dari peserta aksi berjalan kaki dan naik becak menuju ke gedung Dewan dengan jarak sekitar dua kilometer. Sambil membawa sejumlah poster dan spanduk, mereka silih berganti menyampaikan orasi yang berisi kecaman serta penolakan terhadap rencana kenaikan BBM.

Sekitar 100 personel Polres Tegal Kota dengan dipimpin Kasat Intelkam, AKP Suwartoyo melakukan pengamanan unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dan tukang becak. Ketika tiba di halaman Kantor DPRD, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Tanto Ardiansyah langsung membacakan sejumlah tuntutannya.

Tanto mengatakan, kenaikan harga BBM akan merugikan masyarakat. Selain berdampak pada sektor transportasi, juga akan berdampak pada nelayan, petani maupun pengusaha kecil. Sebab, dampak terjadinya kenaikan BBM akan menaikkan harga barang-barang, termasuk sembako semakin mahal.

"Bahkan diprediksi kenaikan harga BBM akan mengakibatkan tingkat inflasi nasional. Karena itu, kami menolak kenaikan harga BBM," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan salah seorang tukang becak, Robi (50). Menurut Robi, kenaikan harga BBM akan membunuh masyarakat ekonomi kecil. Sebab, hal itu akan memicu terjadinya lonjakan harga sembako yang semakin tidak terjangkau.

"Kami meminta agar pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga BBM karena hal itu akan berdampak buruk bagi masyarakat," ujarnya.

Setelah menyampaikan orasi, sejumlah perwakilan peserta aksi diminta berdialog dengan anggota DPRD yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Teguh Iman Santoso SH. Dalam kesempatan itu sempat terjadi ketegangan antara perwakilan peserta aksi dengan Dewan. Sebab, meski Dewan mendukung langkah mahasiswa dan tukang becak, namun mereka keberatan menyampaikan langsung kepada para peserta aksi yang menunggu di luar gedung.

Kordinator Aksi, Tanto Ardiansyah mengaku kecewa dengan tanggapan dari anggota Dewan. Sebab, mereka bersikukuh tidak mau menyampaikan langsung pernyataan sikap ke seluruh peserta aksi. Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Teguh Iman Santoso mengatakan, alasan penolakan karena secara resmi sikap DPRD Kota Tegal yang mendukung serta menolak kenaikan harga BBM telah disampaikan melalui perwakilan peserta aksi.

Akhirnya mahasiswa memutuskan untuk mengalah dan menyerahkan surat ke DPRD untuk ditujukan kepada Presiden SBY, yang berisi tentang penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM.

"Aspirasi dan surat untuk presiden yang diserahkan mahasiswa, secepatnya akan kami kirimkan ke pemerintah pusat," tegas Teguh Iman Santoso.