Devisi III PSSI: Persiga Vs Bajol Ijo Berakhir Ricuh
TK-Takwo Heriyanto
Kamis, 15/03/2012, 08:07:00 WIB

Pada akhir pertandingan pelatih, offisial serta pemain Bajol Ijo proter kepada wasit karena dianggap tidak fair play (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Trenggalek) - Laga kedua di kompetisi Devisi III PSSI Nasional Liga Indonesia, antara tuan rumah, Persiga Trenggalek melawam Bajol Ijo Kota Surabaya dengan skor 2-1, di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, Jawa Timur, Kamis 16 Maret 2012 sore, berakhir ricuh. Sebelumnya pertandilan antara Persab Brebes dan Arek Soroboyo berakhir imbang 0 – 0.

Kericuhan terjadi diduga dipicu oleh wasit saat membunyikan peluit diakhir pertambahan waktu dua menit pada babak kedua. Tim kesebelasan Bajol Ijo menganggap kalau wasit tidak fair play dalam memimpin pertandingan. Hingga akhirnya, pelatih maupun offisial serta pemain Bajol Ijo ini, ngamuk kepada wasit.

Melihat kericuhan tersebut, sejumlah aparat keamanan yang berjaga-jaga di lokasi pertandingan itu, langsung mengamankan wasit untuk meredam kericuhan. Namun, karena kericuhan tersebut juga diduga dipicu oleh para suportoer tuan rumah yang memadati tribun Stadion Menak Sopal, dengan mengejek para pemain lawannya itu.

Akhirnya, situasi semakin bertambah sengit. Masing-masing suporter kedua tim kesebelasan itu nyaris bentrok. Namun, karena kesigapan sejumlah aparat, situasi yang semula tegang dapat diredam.

Bupati Trenggalek, Ir. H.Mulyadi WR, MMT dan Ketua DPRD sekaligus Ketua Pengcab PSSI Trenggalek, Akbar Abas yang menyaksikan laga Devisi III PSSI Nasional Liga Indonesia pada babak ketiga dalam grup V ini, juga ikut turun ke lapangan menyuarakan kepada seluruh penonton maupun suporter untuk tidak anarkis.

Sementara Panitia Pelaksana, Edi, saat dikonfirmasi PanturaNews, mengatakan kericuhan tersebut terjadi karena diduga pemain Bajol Ijo merasa dikambing hitamkan.

"Itu biasa lah, kalau dalam pertandingan sepak bola pasti ada yang protes," ujarnya.

Piahknya, membantah jika wasit yang memimpin pertandingan kedua tim kesebelasan itu, dianggap tidak fair play. "Sekali lagi, yang namanya pertandingan sepak bola ada yang protes itu biasa dan wajar-wajar saja," tandasnya.

Laporan langsung wartawan PanturaNews, Takwo Heriyanto dari Trenggalek