Fraksi PDIP: Asumsi RAPBNP 2012 Harus Achievable!
GHJay-SL. Gaharu & Riyanto Jayeng
Rabu, 14/03/2012, 08:51:46 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Jakarta) - Dalam pembahasan RAPBNP 2012 untuk sub sektor migas, dengan berbagai pertimbangan dan efek terhadap segala aspek, maka Fraksi PDI Perjuangan DPR RI mengusulkan angka yang konvensional, realistis, achievable dan mengedepankan hasil kajian secara profesional dan menyeluruh.

Usulan yang disampaikan setelah 11 jam pembahasan yang a lot itu, yakni ICP USD 110 per barel, besaran lifting 910 MBOPD (910 ribu barel per hari), subsidi LPG tetap 3,61 juta ton dengan catatan tidak ada carry over pembayaran 2010 dan 2011. Angka yang sesuai dalam nota keuangan pemerintah soal RAPBNP 2012, dengan catatan tanpa carry over pembayaran 2010 dan 2011, dan subsidi biodisel menjadi Rp 3.500 per liter, bioetanol menjadi Rp 4.000 per liter.

Dikatakan anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, M.Si kepada PanturaNews, Rabu 14 Maret 2012, untuk biodisel dan bioetanol angka subsidi harus naik agar investor tertarik mengembangkan renewable energy.

“Jika renewable energy tidak dikembangkan, maka tidak akan pernah terjadi realisasi program konservasi dan konversi, dengan mempertimbangkan melimpahnya sumber daya alam jenis terbarukan," ujar kandidat Doktor administrasi dan kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) ini.

Namun dalam RAPBNP 2012 ini, lanjut Dewi, untuk subsidi LGV, Fraksi PDI Perjuangan belum menyetujui karena PP terkait hal ini belum ada. Roadmap LGV belum pernah diusulkan pemerintah kepada DPR, bahkan infrastrukturnya juga belum ada.

“LGV yang diperuntukkan mengganti volume premium, jelas tidak akan tercapai dan mengakibatkan volume BBM bersubsidi jenis premium bisa berkurang, sementara volume ini menjadi hak rakyat," tandasnya.