![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Pemkot Tegal kini mulai melakukan persiapan untuk mengantisipasi terjadinya gejolak di masyarakat, terkait adanya rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April mendatang. Antara lain, berkoordinasi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat keamanan, serta membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak, mengatakan TPID kini mulai melakukan kajian mengenai harga kebutuhan pokok di Kota Tegal. Apabila terjadi kelangkaan barang atau kenaikan harga tidak wajar, maka tim ini akan melakukan tindakan tegas.
“TPID dibentuk untuk mengendalikan inflasi yang terjadi di Kota Tegal, tidak hanya itu tim juga akan memantau stok kebutuhan pokok atau sembako. Jika terjadi kelangkaan atau kenaikan harga tim akan segera bekerja. Bahkan jika dimungkinkan tim akan mengupayakan operasi pasar,” katanya, Senin 12 Maret 2012.
Ikmal mengemukakan, langkah tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya aksi penimbunan BBM dan sembako yang bisa merugikan masyarakat. Bagi penimbun BBM maupun sembako akan dikenai sanksi tegas, sebagaimana diatur undang-undang hukum pidana,” tegasnya.
Walikota menjelaskan, di dalam TPID, selain beranggotakan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemkot Tegal, juga bekerjasama dengan aparat kepolisian dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal.
Ketua DPRD H Edi Suripno SH mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah yang dilakukan Pemkot Tegal dalam upaya mengantisipasi terjadinya gejolak terkait adanya kebijakan dari pemerintah pusat menaikan harga BBM, yang rencananya akan berlaku mulai 1 April 2012.
Oleh karena itu, untuk menjaga situasi tetap kondusif dan aman, pihaknya berharap ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa memberikan pembinaan dan mencegah jangan sampai terjadi keributan atau kericuhan.
Sementara itu, terkait masalah tersebut sebelumnya, Kapolres Tegal Kota AKBP Heriyadi Mukhtas SIK MSi mengatakan, saat ini kasus atau permasalahan yang melibatkan massa dari agama yang berbeda bukan dikarenakan masalah agama. Namun, karena adanya oknum atau pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain. Karena itu, patut diwaspadai oleh semua elemen masyarakat.
"Kami meminta kepada masyarakat Kota Tegal tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," tandasnya