Dikeluhkan, Ribuan Siswa Dijadikan Sales Minuman
TK-Takwo Heriyanto
Senin, 12/03/2012, 05:57:09 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sedang menjadi sorotan negatif. Selain kegiatan Marketing Competition yang melibatkan 9.276 siswa dari 41 SMA dan SMK untuk menawarkan produk minuman, juga soal carut marutnya pengadaan perpustakaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), hingga beredarnya lembar survei kuesioner di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Brebes.

Kegiatan terakhir yang jadi sirotan dan banyak dikeluhkan masyarakat luas, yakni ketika Dinas Pendidikan mengadakan Marketing Competition dengan melibatkan 9.276 siswa dari 41 SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Brebes.

Tentu saja, penyelengaraan kegiatan yang dilakukan atas kerjasama dengan pihak ketiga, yaitu dari salah satu perusahaan untuk menawarkan produk minuman suplemen terhadap ribuan siswa, dengan dalih untuk menggali jiwa kewirausahaan atau enterpreneuship itu, para orang tua siswa itu sangat keberatan. 

Informasi yang berhasil dihimpun Panturanews, Senin 12 Maret 2012, menyebutkan berdasarkan surat tugas yang dikeluarkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, DR. Angkatno SH MPd melaui Sekretarisnya, Dra. Triwulan Purnamaningsih tertanggal 08 Maret 2012, menyatakan bahwa untuk melaksanakan sosialisi program marketing competition bagi siswa SMA/SMK itu, agar melaksanakan tugas dengan baik dan melaporkan hasilnya kepada Kepala Dinas Pendidikan.

Salah satu orang tua siswa dari salah satu SMA di Kabupaten Brebes yang minta dirahasiakan identitasnya, Senin 12 Maret 2012, mengatakan dirinya sangat keberatan atas penyelenggaraan kegiatan yang akan dilombakan itu. Sebab, atas pemberitahuan dari sekolah, anaknya itu harus bisa menawarkan produk minuman suplemen dengan harga Rp 90 ribu.

"Älasaan dari sekolah anak saya, katanya kalau bisa menawarkan produk dalam jangka waktu dua minggu itu dengan cepat, maka akan masuk dalam seleksi sepuluh besar yang akan dinilai tim dewan juri," ujarnya.

Menurutnya, siswa yang masuk dalam sepuluh besar itu, nantinya akan diberi hadiah berupa besaiswa, laptop dan piagam atas keberhasilan dalam melaksanakan tugas tersebut dengan baik.

Menyiakapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Dra. Triwulan Purnamaningsih, membatah jika semua siswa SMA/SMK yang ikut dalam program competition, diwajibkan bisa menjual dan memasarkan produk minuman suplemen yang diprakarsai oleh pihak ketiga dari perusahaan tersebut.

"Kenapa kerjasamanya dengan perusahaan itu, karena perusahaan itu yang mampu memberikan produk dan hadiah-hadiah dalam competition itu. Kalau dari sekolah justru tidak bisa karena tidak punya produk yang akan dilombakan," tuturnya.

Diakuinya, kalaupun dalam waktu dua minggu yang sudah ditentukan oleh tim sosialisasi marketing competition, ternyata banyak siswa yang tidak bisa menjual atau memasarkan produk minuman suplemen itu, tidak masalah.

"Kami tidak membebaninya agar para siswa itu bisa menjual atau memasarkan produk itu. Bahkan, kami juga tidak bermaksud untuk mengambil keuntungan atas program marketing competition itu," kilah Triwulan didampingi Kasi Kesiswaan Bidang Dikmen, Moh. Afifudin.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, DR Angkatno SH MPd, menambahkan, kegaiatan tersebut dengan tujuan untuk pembelajaran jiwa wirausaha bagi para siswa.

"Äkan tetapi, karena kegiatan itu banyak dikeluhkan para orang tua, maka dengan segera kami perintahkan kepada tim sosialisasi kegiatan marketing competition tersebut untuk dievaluasi," tandasnya.