![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menolak adanya rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp 1500. Kenaikan yang akan dilakukan pada April itu, akan menyebabkan inflasi, karena akan berpengaruh dengan kenaikkan harga-harga lainnya.
"Kenaikan harga BBM menyebabkan inflasi itu pasti. Tapi, kenaikan harga BBM justru akan menambah kesengsaraan rakyat kecil, karena itu kami menolak keras kenaikan harga BBM," tegas Ketua DPC Repdem Kabupaten Brebes, Fajar Pratikno, saat dikonfirmasi PanturaNews, Sabtu 10 Maret 2012.
Sementara anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, M.Si yang dihubungi PanturaNews mengatakan, kebijakan menaikkan harga BBM bukanlah satu-satunya pilihan. Masih ada opsi lain yang semestinya bisa diputuskan pemerintah, seperti memaksimalkan pos-pos penerimaan Negara yang masih bocor.
“Sebaiknya melakukan penghematan belanja Negara atas pos-pos yang tidak strategis seperti belanja pegawai yang berlebihan,” ujar kandidat Doktor administrasi dan kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) ini.
Menurut Dewi, rencana kenaikan BBM ini harus ditolak. Sebab keputusan ini merupakan akal-akalan Pemerintah yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri, dengan menaikkan belanja birokrasi tanpa memikirkan rakyat.
“Jika kebijakan ini tidak ditolak, maka dampak multi sektoral akan terjadi dan menciptakan situasi Negara yang lebih buruk dari saat ini,” tegasnya.
Sedangkan Fajar Pratikno menilai, sekitar 96 juta atau 40% bangsa Indonesia masuk dalam kategori miskin dan hampir miskin. "Sedikit saja ada lonjakan harga barang kebutuhan pokok, mereka yang near poor, yang berada di dekat garis kemiskinan, langsung terjungkal menjadi absolute poor," ujanya.
Ditambahkan Dewi, masalah mendasar yang terjadi saat ini adalah tidak transparannya cost production BBM yang akhir-akhir ini menjadi sorotan seluruh masyarakat Indonesia, yang mengakibatkan biaya produksi dianggap membengkak. Namun bengkaknya biaya produksi, seharusnya bisa dijelaskan secara menyeluruh, terutama bagaimana cara menghitung komponen harga dasar bahan bakunya. Harus dapat dibedakan bahan baku yang diperoleh dari impor, dan bahan baku dari dalam negeri yaitu dari sumber minyak Indonesia.
"Seharusnya secara terbuka pemerintah menjelaskan kepada rakyat secara gamblang, agar persoalan rencana kenaikan BBM dapat disikapi dengan lebih arif,” tandasnya.