![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, segera akan memanggil seluruh Kepala Desa (Kades) diwilayahnya guna mengikuti sosialisasi pentingnya penyaluran beras untuk keluarga miskin (raskin).
"Sosialisasi itu perlu dilakukan karena untuk menekan dan mengantisipasi penyelewengan raskin yang kadang dilakukan oleh oknum-oknum kades," kata Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Pemkab Brebes, Iskandar Mirza SPd MT, saat dikonfirmasi PanturaNews, Jumat 09 Maret 2012, diruang kerjanya.
Selain menekan penyelewengan raskin, lanjut Iskandar, sosialisasi raskin tersebut juga karena masih adanya desa yang menunggak dalam pembayaran raskin kepada bulog.
Disamping itu juga untuk meninjau pelaksanaan program yang telah dilaksanakan, baik keberhasilan maupun permasalahannya. Hal itu agar pelaksanaan program raskin tahun 2012 dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
"Tentunya, sosialisasi pelaksanaan program raskin ini nantinya akan dapat menjadi acuan, sehingga permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan program raskin dapat diminimalisir dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya," ujar Iskandar.
Menurutnya, program raskin dinilai mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan beban pengeluaran kebutuhan pangan masyarakat miskin.
Bahkan secara signifikan mampu menciptakan kestabilan harga dan ketersediaan beras bagi masyarakat. Hingga saat ini distribusi beras untuk keluarga miskin bertumpu pada kepala desa dan kelurahan beserta aparatnya.
Kepala desa dan kelurahan adalah salah satu unit pelaksana program raskin, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Oleh karena itu, kepada jajaran tim koordinasi program raskin kabupaten Brebes termasuk satker raskin kecamatan dan kelurahan serta desa, agar segera mengambil langkah-langkah konkrit dalam pelaksanaan program raskin tahun 2012.
Saat disingung terkait duga penyelewengan raskin oleh oknum Kades Rancawuluh, Kurdi. Menurutnya, persoalan tersebut sudah dapat diselesaikan dengan baik.
"Tapi kalau untuk masalah kasusnya diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes. Bahkan informasinya juga pihak kejari telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi," tandasnya.