Jalur Ciregol Ditetapkan Lokasi Tanggap Bencana
ZM-Zaenal Muttaqin
Rabu, 07/03/2012, 07:31:31 WIB

Upaya penanganan darurat terus dilakukan di tranjakan Ciregol yang ambles (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Tanjakan Ciregol ruas kalur Jakarta-Tegal- Purwokerto di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah, akhirnya ditetapkan sebagai lokasi tanggap darurat bencana. Penetapan oleh Bupati Brebges, H Agung Widyantoro, menyusul sering amblesnya tanjakan tersebut.

" Bupati telah menetapkan Ciregol sebagai lokasi tanggap bencana semenjak jalan itu ambles," kata Kepala Kantor Kesbangpolinmas, Drs Rais Khana saat mengikuti Rakor Ciregol di Aula Kecamatan Tonjong, Rabu 07 Maret 2012 sore.

Menurutnya, selain menetapkan Ciregol sebagai daerah tanggap bencana, juga menetapkan jalan kabupaten ruas Kutamendala-Purwodadi-Linggapura yang menjadi jalur alternatif setelah amblesnya tanjakan Ciregol, sebagai daerah siaga bencana.

"Ciregol ditetapkan sebagai tanggap bencana karena kondisi telah ambles, sementara jalur alternatif siaga bencana karena dikawatirkan akan rusak ketika nantinya dilewati oleh banyak kendaraan," terang Rais.

Sementara itu, pergerakan tanah di jalan Ciregol masih terjadi dan kedalaman bagian yang ambles makin bertambah menjadi sekitar satu meter yang semula hanya sekitar 50 centimeter. Upaya penganan darurat juga terus dilakukan oleh BPT Bina Marga Wilayah Tegal.

Penangan darurat dilakukan dengan cara pengurugan dan pengaspalan pada bagian jalan yang ambles dan melandaikannya. Selama penanganan darurat ini, lalulinatas kendaraaan diberlakukan secara buka tutup bergatian satu arah.

Diberitakan sebelumnya, tanjakan Ciregol, kembali ambles, Rabu 07 Maret 2012 pagi, lalulintas tersendat dan terjadi antrian kendaraan sepanjang lebih dari satu kilometer.

Pergerakan tanah di Tanjakan Ciregol, terjadi kembali sehingga badan jalan sepanjang sekitar 100 meter kembali ambles. Pengurugan dengan matrial pasir batu (sirtu) pun kembali dilakukan.

Kondisi tersebut menjadikan badan jalan tambah miring dan curam, sehingga makin menyulitkan kendaraan yang melintasinya. Meski begitu, lalulintas kendaaraan tetap ramai karena jalur tersebut merupakan jalur vital.

Sering amblesnya jalur Ciregol karena diduga jalur itu lurus dengan lokasi lempengan bumi di Banjarnegara Jateng. Hal ini diketahui dari penelitian dan analisa Tim Geologi Jawa Tengah. Lempengan bumi ini mengalami patahan sehingga ada pergerakan tanah. Bahkan di Ciregol ada pergeseran tanah di balik bukit sepanjang empat meter.