Disoal, Perbaikan Jembatan Kalikeruh Sangat Lamban
ZM-Zaenal Muttaqin
Selasa, 06/03/2012, 09:29:40 WIB

Aliran air sungai kembali mengarah ke bagian pemasangan beton Jembatan Kalikeruh dan menghambat pekerjaan perbaikan jembatan (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Perbaikan jembatan Kalikeruh di Jalan Lingkar Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, dinilai sangat lamban. Sehingga dikawatirkan target penyelesaianya akan molor dari rencana semula yang diperkirakan membutuhkan waktu satu bulan.

"Pekerjaan perbaikan jembatan sangat lamban, untuk selesai bisa lebih dari satu bulan," kata Zaldi Arifianto SH, Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Bumiayu kepada PanturaNews, Selasa 06 Maret 2012.

Menurutnya, kelambanan perbaikan jembatan Kalikeruh makin menyulitkan warga Bumiayu. Lalulintas jalur kota setiap hari macet dan menimbulkan polusi akibat gas buang kendaraan yang bisa berdampak bagi kesehatan warga dan juga perekonomian warga terganggu. Pemilik usaha di sepanjang jalan lingkar juga merugi.

"Dampak buruk yang dialami warga Bumiayu akan makin besar," ujar Zaldi.

Sementara, pengamatan PanturaNews.Com di, nampak aliran sungai yang sebelumnya dialihkan dengan menggunakan alat berat becho, kembali mengarah ke bagian pembuatan beton pengaman sayap jembatan. Kondisi itu makin menyulitkan pekerjaan perbaikan jembatan.

Sebelumnya, pengawas jalan dan jembatan Prupuk-Winduaji Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Slawi, Rohadi juga mengungkapkan perbaikan jembatan Kalikeruh terkendala oleh curah hujan yang tinggi. Menurutnya, jembatan Klikeruh yang ambrol pada bagian sayapnya akan dilakukan pemasangan beton Cyclop atau pemasangan spesi beton dengan batu belah pada bagian sayap yang ambrol. Cyclop akan dibuat setebal 2,5 meter dan panjang 17 meter.

"Perbaikan ini permanen dengan kontruksi beton Cyclop dan lebih tahan atau kuat," katanya.

Dikatakan, perbaikan dengan pemasangan Cyclop akan lebih cepat prosesnya dan pengecoran akan dilakukan dengan redimix. "Asal penggalian sudah bisa dilakukan proses selanjutnya akan lebih cepat, kendalanya ya arus air itu," tandas Rohadi.